Partai Demokrat Somasi Akun Medsos Penuding SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi
Partai Demokrat secara resmi telah melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial. Somasi ini ditujukan kepada akun-akun yang menuding Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai dalang di balik kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Peringatan Keras Atas Pola Disinformasi Terkoordinasi
Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan langkah somasi ini adalah peringatan keras. Ia menegaskan bahwa tudingan terhadap SBY bukanlah suara murni masyarakat, melainkan bagian dari pola disinformasi yang terkoordinasi.
"Ini sebuah pola fitnah yang disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim di media sosial," kata Umam dalam keterangannya, Kamis (1/1/2025). Ia menilai disinformasi ini berbahaya karena dapat merusak reputasi dan ruang demokrasi.
SBY Terganggu dan Siapkan Langkah Hukum
Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan bahwa SBY merasa sangat terganggu dengan isu yang menyeret namanya. SBY bahkan dituding berkolaborasi dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam memunculkan isu tersebut.
"Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini baik. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," tegas Andi Arief. Ia menyatakan, jika fitnah tidak dihentikan, SBY mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum, dimulai dengan somasi.
Dukungan dan Respons dari PDIP
Politikus PDIP, Guntur Romli, menyatakan dukungannya jika SBY menempuh jalur hukum. PDIP sendiri juga merasa dirugikan dengan tuduhan serupa yang melibatkan Megawati.
"Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan," ujar Guntur. Ia menambahkan bahwa upaya hukum yang dipertimbangkan oleh kader PDIP merupakan bentuk pembelaan atas kehormatan Ketua Umum mereka.
Jokowi Sebut Ada Operasi Politik Besar
Menanggapi isu yang telah berlangsung selama empat tahun ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada agenda dan operasi politik besar di baliknya. Jokowi yakin dengan keaslian ijazahnya dan menantang pihak yang menuduh untuk membuktikannya di pengadilan.
"Saya pastikan ada orang besar di balik isu ini. Semua dilakukan untuk kepentingan politik, untuk menurunkan reputasi," kata Jokowi dalam sebuah wawancara eksklusif. Ia menegaskan bahwa energi bangsa seharusnya difokuskan pada tantangan strategis negara, bukan pada isu-isu yang tidak produktif.
Partai Demokrat Beri Ultimatum
Ahmad Khoirul Umam menegaskan bahwa somasi yang dilayangkan adalah proses awal dan bentuk ultimatum. Partai Demokrat memberikan kesempatan kepada pihak di balik akun-akun tersebut untuk menghentikan aksinya dan menyampaikan permintaan maaf.
"Jika proses ini tidak berjalan, Partai Demokrat siap membawa masalah ini ke ranah hukum," pungkas Umam. Partai Demokrat juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk dapat mendeteksi aktor-aktor di balik akun-akun penyebar fitnah tersebut.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Keluarkan Asap Tebal di Halte Pancoran, Diduga akibat Kebocoran Radiator
Taqy Malik Buka Ruang Dialog Terbuka Usai Diduga Markup Harga Wakaf Al-Quran
Ketua BEM UGM Terima Ancaman dan Penguntitan Usai Kirim Surat Kritik ke UNICEF
Anggota DPR Bantah Klaim Jokowi Tak Terlibat dalam Revisi UU KPK 2019