Partai Demokrat Tegaskan Roy Suryo Bukan Kader dan Bantah SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi
PARADAPOS.COM – Partai Demokrat kembali menegaskan bahwa Roy Suryo, tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukanlah kader partai mereka. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam.
Klarifikasi Keterkaitan Partai Demokrat dengan Kasus Ijazah
Penegasan ini muncul menanggapi banyaknya tudingan yang menyebut sejumlah kader Partai Demokrat terlibat dalam kasus pengguliran isu ijazah Jokowi. Roy Suryo diketahui sebagai penggulir kasus tersebut, sementara mantan wakil menteri era SBY dan kader Demokrat, Denny Indrayana, bertindak sebagai kuasa hukumnya. Beberapa kader lain juga pernah mendesak agar ijazah Jokowi dibuka ke publik.
Hal ini memicu spekulasi bahwa Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di balik kasus tersebut. Menanggapi hal ini, Ahmad Khoirul Umam memberikan klarifikasi tegas.
Roy Suryo Bukan Bagian dari Partai Demokrat
"Satu hal yang pasti, dalam konteks ini Mas Roy Suryo bukan menjadi bagian dari Partai Demokrat. Beliau adalah partikel bebas yang terpisah secara organisasi dan struktural dari partai," tegas Umam.
Mengenai keterlibatan Denny Indrayana atau kader lain, Umam menyebut hal itu murni hubungan profesional pribadi. "Jika ada elemen yang memberikan dukungan, itu adalah pola relasi yang sifatnya profesional. Kami tidak tahu-menahu dan itu betul-betul terpisah dari partai," jelasnya.
Partai Demokrat Clean and Clear dari Kasus Ijazah Jokowi
Umam menegaskan bahwa Partai Demokrat sama sekali tidak terlibat dalam isu ijazah tersebut. "Partai Demokrat clean and clear tidak terlibat di dalam konteks ijazah Pak Jokowi. Sama sekali tidak terlibat," tegasnya.
Lebih lanjut, Umam mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan telah melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang menuding SBY sebagai dalang di balik kasus ini. Menurutnya, tudingan tersebut bukan opini murni masyarakat, melainkan pola disinformasi yang terkoordinasi.
Lawan Disinformasi yang Merusak Demokrasi
"Kami mencermati disinformasi ini cukup berbahaya karena bisa merusak reputasi dan ruang demokrasi," kata Umam. Ia menambahkan bahwa SBY merasa sangat terganggu dengan tudingan tersebut. Membiarkan fitnah, menurutnya, akan menciptakan preseden buruk dan menormalisasi politik fitnah.
Umam juga mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memiliki sistem yang dapat mendeteksi aktor di balik akun-akun penyebar disinformasi. Somasi yang dilayangkan merupakan langkah awal untuk memberikan kesempatan klarifikasi dan permintaan maaf. Jika tidak dipatuhi, Partai Demokrat siap menempuh jalur hukum.
Profil Ahmad Khoirul Umam
Ahmad Khoirul Umam adalah dosen Universitas Paramadina yang bergabung sebagai kader Partai Demokrat pada 2025. Ia langsung dipercaya menduduki jabatan struktural sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis DPP Partai Demokrat, yang diumumkan langsung oleh Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Umam menyandang gelar PhD dalam Ilmu Politik dari University of Queensland, Australia, dengan spesialisasi studi anti-korupsi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dan aktif sebagai editor Jurnal Integritas terbitan KPK.
Dengan penjelasan ini, Partai Demokrat berharap isu yang tidak produktif bagi demokrasi ini dapat segera dihentikan dan perhatian dapat dialihkan kepada pembahasan yang lebih substantif.
Artikel Terkait
MUI Kutuk Keras Dugaan Penggunaan Bom Vakum Israel di Gaza
Bus Transjakarta Keluarkan Asap Tebal di Halte Pancoran, Diduga akibat Kebocoran Radiator
Taqy Malik Buka Ruang Dialog Terbuka Usai Diduga Markup Harga Wakaf Al-Quran
Ketua BEM UGM Terima Ancaman dan Penguntitan Usai Kirim Surat Kritik ke UNICEF