Manohara Odelia Tegaskan Bukan "Mantan Istri", Ungkap Fakta Mengejutkan Masa Lalu
Figur publik Manohara Odelia kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan surat terbuka di akun Instagramnya. Dalam pesannya, ia meluapkan isi hati tentang bayang-bayang masa lalu yang terus menerus melekat padanya.
Manohara secara tegas meminta publik dan media untuk berhenti menyangkutpautkan cerita masa lalunya dengan kehidupannya sekarang. Ia berharap permintaan ini dapat dipahami dan dihormati oleh semua pihak.
Klarifikasi Resmi Manohara: Label "Mantan Istri" Tidak Akurat
"Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai, 'Mantan istri...'. Saya menulis surat ini untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi itu tidak akurat dan menyesatkan," tegas Manohara.
Ia menjelaskan bahwa apa yang terjadi di masa remajanya bukanlah suatu hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah.
"Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, setujui, atau jalani secara sukarela. Pada saat itu, saya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan dan kurangnya kebebasan. Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan," ungkapnya dengan jelas.
Minta Media dan Platform Digital Hentikan Penggunaan Label
Manohara secara spesifik meminta kepada media, editor, penulis, hingga platform digital seperti Google dan Wikipedia untuk menghentikan penggunaan label 'mantan istri' untuk dirinya.
"Terus menerbitkan artikel dengan penggambaran yang salah ini bukan hanya tidak akurat, tapi juga merupakan jurnalisme yang tidak etis. Permintaan ini tentang keakuratan, etika, dan penggunaan bahasa serta konteks yang bertanggung jawab," tulisnya.
Ia menekankan bahwa kata-kata memiliki konsekuensi. "Para penyintas berhak agar kisah mereka diceritakan dengan jujur dan bermartabat," pungkas Manohara Odelia dalam surat terbukanya yang viral tersebut.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Dituding LGBT Usai Kritik Program Makan Bergizi Gratis
Studi: Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Buang Anggaran Rp1,27 Triliun per Pekan
Ketua Fraksi Golkar Desak Evaluasi Syarat Beasiswa LPDP untuk Perluas Akses Masyarakat Kurang Mampu
Indef Soroti Payback Period Proyek Kereta Cepat Whoosh: Bisa Lebih dari 100 Tahun