PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Senin, 1 Juni 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul aktivitas Siklon Tropis Jangmi yang terus menguat di perairan timur laut Filipina. Siklon tersebut, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum sekitar 975 hPa, diprakirakan masih akan berkembang dalam beberapa hari ke depan dan secara langsung mempengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia.
Siklon Tropis Jangmi Terus Menguat dan Bergerak
Berdasarkan laporan BMKG, Siklon Tropis Jangmi saat ini berada di Laut Filipina. Dalam periode 48 hingga 72 jam mendatang, siklon ini diperkirakan akan bertahan pada kategori 2 hingga 3. Arah pergerakannya terpantau menuju barat laut hingga timur laut.
Keberadaan sistem siklon ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah. Daerah-daerah tersebut meliputi perairan timur Filipina, Samudra Pasifik Utara yang membentang dari Maluku Utara hingga wilayah utara Papua, serta Laut China Selatan dan kawasan Samudra Pasifik Timur dekat Papua Nugini.
“Fenomena tersebut menyebabkan terbentuknya jalur konvergensi yang memanjang dari Laut Natuna Utara hingga Laut China Selatan, serta wilayah Samudra Pasifik Utara Papua Nugini,” jelas perwakilan BMKG dalam keterangan resminya.
Daerah Konvergensi Muncul di Berbagai Wilayah
Selain dampak dari siklon, BMKG juga mencatat kemunculan sejumlah daerah konvergensi lain yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. Wilayah yang terdampak cukup luas dan tersebar di berbagai pulau.
Beberapa daerah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatera Utara, jalur dari Jambi menuju Selat Malaka, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, hingga Papua Tengah. Kondisi atmosfer di wilayah-wilayah tersebut dinilai cukup mendukung pertumbuhan awan hujan yang dapat berkembang menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Jawa Barat hingga Papua Tengah Diminta Waspada
Menyikapi analisis cuaca terbaru ini, BMKG mengimbau masyarakat di seluruh wilayah yang berpotensi terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir, menjadi kunci utama.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi dan menghindari aktivitas di luar ruangan jika kondisi cuaca memburuk. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan dapat mengaktifkan langkah-langkah antisipasi dini untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Hapus Ganjil Genap di Jakarta pada 1 Juni 2026, Bertepatan Libur Hari Lahir Pancasila
Pemerintah Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, PPPK Paruh Waktu Juga Dapat
Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD, Akan Dimakamkan di TMP Kalibata
Dudung Abdurachman Kenang Doktrin Ryamizard Ryacudu: Cintai Rakyat dalam Setiap Tugas