Polisi menyatakan dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur pemerasan. Namun, narasi berbeda ramai di media sosial, yang menyebut pelaku merekam aksi dan memeras korban.
Narasi pemerasan inilah yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan isu bahwa rekaman video telah "bocor", memancing publik mencari "link video viral gym ambarawa".
Pada kenyataannya, pencarian hanya mengarah pada video berita atau akun-akun yang mengaku memiliki "video lengkap" dan mengajak pengguna mengklik link di bio profil mereka.
Modus Berbahaya di Balik Pencarian Link Video Tersebut
Ini adalah modus yang sangat berbahaya. Link yang disediakan sangat mungkin mengarah ke:
- Situs phishing yang mencuri data pribadi dan keuangan.
- Penyebaran malware yang dapat merusak perangkat.
- Iklan atau konten berbayar penipu.
- Eksploitasi lebih lanjut dengan menyebarkan konten ilegal.
Imbauan Penting untuk Publik
- Jangan Percaya Klaim Adanya "Link Video". Hingga saat ini, tidak ada bukti video tersebut beredar secara sah.
- Jangan Klik Link Asal dari Akun Tidak Terpercaya. Lindungi data dan perangkat Anda dari ancaman siber.
- Hormati Korban dan Proses Hukum. Penyebaran konten eksploitasi anak adalah tindak pidana.
- Mengutamakan Sumber Berita Resmi. Selalu konfirmasi informasi dari kepolisian atau media massa terpercaya.
Artikel Terkait
Live3D AI Face Swap: Tukar Wajah di Foto & Video Gratis, Tanpa Login & Watermark
Menkeu Purbaya Geram: Perusahaan Baja China Diduga Kelabui Pajak Puluhan Tahun
Viral Video AI Kezia Syifa, WNI Jadi Tentara AS Ungkap Biaya Jadi TNI Ratusan Juta
Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang: Fakta di Forum Ekonomi Dunia 2026