Rustam Effendi Klaim Tahu Pembuat Ijazah Jokowi Palsu: Fakta & Kronologi Lengkap

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:50 WIB
Rustam Effendi Klaim Tahu Pembuat Ijazah Jokowi Palsu: Fakta & Kronologi Lengkap
Rustam Effendi: Ijazah Jokowi Palsu, Saya Tahu Pembuatnya - Analisis Lengkap

Rustam Effendi Tegaskan Keyakinan: Ijazah Jokowi Palsu, Ini Klaim dan Fakta

Rustam Effendi, seorang aktivis 98, kembali menegaskan keyakinannya bahwa ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu. Pernyataan ini ia sampaikan meski dua seniornya, Eggi Sudjana dan Damai Lubis, telah memperoleh SP3 dan tak lagi berstatus tersangka.

Dasar Klaim: Pengakuan Langsung Pembuat Ijazah?

Rustam mengungkapkan, keyakinannya bukan hanya berdasar kajian akademik dari beberapa nama seperti Roy Suryo, melainkan pada pengakuan sejumlah pihak yang disebut mengetahui langsung proses pembuatan ijazah tersebut.

"Sampai hari ini saya yakin betul ijazah Jokowi palsu. Kalau ijazah itu palsu pasti ada pembuatnya. Pembuatnya itu saya tahu. Kawan saya menyatakan dia ikut membuat bersama Eko Sulistyo di Pasar Pramuka," klaim Rustam.

Permintaan Klarifikasi dan Tanggapan Eggi Sudjana

Rustam mengaku telah berulang kali meminta pihak yang diduga terlibat untuk memberikan klarifikasi terbuka. Namun, hingga kini mereka memilih diam karena alasan ketakutan.

Ia juga mengungkapkan hubungannya dengan sesama aktivis, Eggi Sudjana, memburuk. Rustam menilai respons Eggi tidak mendukung upaya pembongkaran kasus ini, padahal menurut pengakuannya, pihak pembuat ijazah pernah bertemu langsung dengan Eggi di Bogor.

Isu Lebih Dalam dari Sekadar Teknis Dokumen

Rustam menegaskan bahwa isu ini tidak sesederhana pemeriksaan watermark atau embos pada ijazah. Menurutnya, kasus ini menyangkut keberadaan pihak-pihak yang diduga terlibat langsung dalam proses pemalsuan.

"Ini bukan cuma soal teknis ijazah. Pasti ada pembuatnya. Dan ini akan dibongkar, mudah-mudahan di pengadilan nanti," pungkas Rustam.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar