Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan: Fakta Marcella Bela Harvey Moeis di Sidang

- Kamis, 22 Januari 2026 | 01:50 WIB
Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan: Fakta Marcella Bela Harvey Moeis di Sidang
Fakta Marcella Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan untuk Harvey Moeis

Marcella Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Sebulan untuk Bela Harvey Moeis

Pengacara Marcella Santoso, terdakwa kasus suap hakim, mengungkap fakta mengejutkan di persidangan. Ia mengaku pernah membayar jasa buzzer senilai Rp 597,5 juta hanya untuk satu bulan demi membela kliennya, Harvey Moeis, dalam kasus korupsi timah.

Kesepakatan Bayar Buzzer Rp 597,5 Juta Dikuak di Sidang

Pengakuan ini dibacakan jaksa dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dikonfirmasi kebenarannya oleh Marcella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Marcella yang saat itu menjadi saksi menyatakan setuju menggunakan jasa Adhiya Muzakki, yang dikenal sebagai bos buzzer, dengan harga fantastis tersebut.

Marcella beralasan, langkah ini diambil karena Harvey Moeis merasa sangat tertekan akibat serangan ribuan komentar negatif yang masif di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter). Ia meyakini komentar itu bukan murni dari masyarakat, melainkan digerakkan oleh mesin atau robot buzzer.

Peran Ganda Konsultan Media dan Video Permintaan Maaf yang Kontroversial

Sidang juga mengungkap peran ganda Tian Bahtiar, mantan Direktur Pemberitaan Jak TV. Selain sebagai profesional media, Tian disebut bertindak sebagai konsultan media berbayar yang menerima Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per tautan untuk memastikan pemberitaan yang menguntungkan terdakwa tayang di media online.

Sidang sempat memanas ketika jaksa menayangkan video permintaan maaf Marcella. Marcella membenarkan video itu asli, tetapi dibuat di bawah tekanan psikologis selama penyidikan. Ia mengaku hanya meneruskan isu viral untuk mengalihkan perhatian dari kliennya, dan membantah keras terlibat dalam membuat konten hoaks "Indonesia Gelap" atau isu "RUU TNI".

Marcella Protes Publikasi Video oleh Penyidik

Marcella melayangkan protes karena video yang dijanjikan hanya untuk laporan internal pimpinan justru dipublikasikan ke media. Ia khawatir hal ini menimbulkan persepsi keliru bahwa dirinya membiayai demonstrasi dengan uang sitaan kasus. Majelis hakim kemudian menenangkan dan memintanya menyampaikan pembelaan detail saat diperiksa sebagai terdakwa.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar