Strategi Gerilya Kanada Hadapi Invasi AS: Rencana Pertahanan Rahasia Terungkap

- Kamis, 22 Januari 2026 | 05:50 WIB
Strategi Gerilya Kanada Hadapi Invasi AS: Rencana Pertahanan Rahasia Terungkap
Skenario Pertahanan Kanada Hadapi Invasi AS: Strategi Gerilya Modern

Skenario Pertahanan Kanada Hadapi Invasi AS: Strategi Gerilya Modern

Ilustrasi kesiapan pertahanan Kanada. (Sumber: Gambar)

Kanada secara resmi tengah mempersiapkan rencana pertahanan nasional dengan skenario terburuk: invasi dari Amerika Serikat. Menurut pengakuan pejabat federal, ini merupakan pertama kalinya dalam lebih dari satu abad Kanada merancang strategi defensif spesifik untuk menghadapi ancaman langsung dari negara tetangga di selatannya.

Pemicu dan Rencana Pertahanan Non-Konvensional

Langkah strategis ini didorong oleh dinamika politik terkini. Rencana tersebut disusun sebagai bentuk kewaspadaan nasional.

Mengakui ketimpangan kekuatan militer konvensional, otoritas Kanada dikabarkan tidak berencana menghadapi serangan skala penuh AS secara frontal. Sebaliknya, strategi yang disusun akan mengandalkan operasi non-konvensional oleh sel-sel kecil yang terdiri dari personel militer dan warga sipil terlatih.

Taktik ini terinspirasi dari efektivitas kelompok gerilya di medan perang asimetris, seperti yang pernah dihadapi pasukan besar di Afghanistan. Skenario pertahanan Kanada mencakup penyergapan, serangan drone, dan operasi sabotase terhadap jalur logistik dan pasukan invasi.

Kesiapan dan Prediksi Pertahanan Kanada

Pejabat mengakui bahwa titik-titik pertahanan kunci Kanada diperkirakan dapat kewalahan dalam waktu dua hari hingga satu minggu jika menghadapi serangan masif. Meski kemungkinan invasi dianggap sangat rendah, prinsip kesiapsiagaan untuk skenario terburuk tetap menjadi prioritas.

Untuk memperkuat ketahanan, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, mengumumkan rencana pembentukan pasukan relawan cadangan yang dapat mencapai 400.000 personel. Ini merupakan upaya signifikan untuk membangun kapasitas pertahanan dalam negeri.

Dukungan Sekutu Internasional

Dalam skenario konflik, Kanada diperkirakan tidak akan berdiri sendiri. Sebagai anggota NATO, Kanada diyakini akan mendapat dukungan militer dari sekutu-sekutu besar yang memiliki senjata nuklir, seperti Prancis dan Inggris.

Mayjen David Fraser (purn.), mantan komandan pasukan Kanada di Afghanistan, menegaskan solidaritas global yang akan dihadapi oleh agresor. "Jika Anda menyerang Kanada, Anda akan menghadapi seluruh dunia," ujarnya, seraya menambahkan bahwa dukungan internasional untuk Kanada akan sangat kuat.

Dengan demikian, rencana pertahanan Kanada merupakan perpaduan antara strategi gerilya modern, mobilisasi massa, dan jaminan aliansi pertahanan global melalui NATO, yang dirancang untuk menjadi deterrent meski ancaman invasi dari AS dianggap sangat kecil.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar