Uchok Sky Khadafi Terima Teror Paket Ayam Potong dan Ancaman Keluarga
Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menjadi korban aksi teror dan intimidasi. Ia menerima paket mencurigakan yang berisi ayam yang baru dipotong lengkap dengan pesan ancaman terhadap keselamatan dirinya dan keluarga.
Kronologi Penemuan Paket Teror
Paket mengerikan tersebut ditemukan di depan pagar rumah Uchok di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 22 Januari 2026. Paket pertama kali diketahui oleh tetangga sekitar pukul 18.30 WIB, usai azan Magrib.
"Paket dibungkus plastik transparan. Isinya ayam tanpa kepala dengan darah masih segar seperti baru dipotong. Di atas ayam ada kertas yang dilipat," ujar Uchok saat dikonfirmasi.
Isi Pesan Ancaman yang Mengerikan
Dalam secarik kertas yang ditemukan, tertulis ancaman bernada intimidatif yang berbunyi: “Uchok…! Hati-hati dalam menulis dan berkomentar di media jika ingin keluarga selamat.”
Hingga saat ini, Uchok mengaku belum mengetahui secara pasti identitas pelaku di balik teror tersebut. Namun, ia menduga aksi ini terkait dengan sejumlah kritik vokal yang ia sampaikan belakangan ini terhadap beberapa kebijakan dan kasus strategis.
Diduga Terkait Kritik Terhadap Kasus Korupsi dan Kebijakan
Uchok Sky Khadafi dikenal aktif menyoroti isu-isu sensitif. Beberapa kritik yang ia lontarkan baru-baru ini antara lain:
- Desakan agar KPK memanggil Menteri Sosial Gus Ipul terkait pengadaan laptop senilai Rp33 miliar di Kemensos.
- Sorotan terhadap izin tambang PT Position yang diminta dicabut karena disebut dibekingi jenderal polisi aktif.
- Kritik atas lonjakan drastis anggaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di BPBD DKI Jakarta dari Rp13,9 miliar (2025) menjadi Rp31 miliar (2026) yang dinilai janggal.
Respons Uchok: Teror Tidak Akan Membungkam Suara Kritis
Menanggapi aksi teror ini, Uchok mengecamnya sebagai perbuatan pengecut yang bertujuan untuk membungkam suara kritis. Ia dengan tegas menyatakan bahwa intimidasi semacam ini tidak akan menghentikan langkahnya untuk terus menyampaikan kritik dan analisis.
“Ini adalah perbuatan pengecut. Teror supaya saya tidak banyak bicara. Namun, saya tidak akan takut dan akan terus bersuara,” tegas Uchok Sky Khadafi.
Kasus teror terhadap aktivis ini kini menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran mengenai ruang kebebasan berekspresi serta keselamatan para pengkritik kebijakan di Indonesia.
Artikel Terkait
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026
Mahasiswa Semarang Gelapkan 40 Motor demi Gaya Hidup dan Aplikasi Kencan
Raffi Ahmad Minta Pendampingan Hotman Paris Usai Namanya Disebut dalam Sidang Blueray Cargo
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Klaim Serahkan 26 Nama ke Kejagung, Status Justice Collaborator Masih Menggantung