PARADAPOS.COM - Bupati Situbondo, Yusuf Rio, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah video panggilan darinya dengan seorang wanita yang mengaku sebagai pemandu lagu (LC) viral. Dalam percakapan yang terjadi pada Senin (23/3/2026) itu, sang LC menyampaikan keluhan tentang hilangnya mata pencaharian selama penutupan tempat hiburan di bulan Ramadan. Merespons hal tersebut, Bupati Rio justru menawarkan solusi alternatif dengan meminta mereka berhenti dari pekerjaan itu dan menjanjikan bantuan untuk mencari lapangan kerja baru.
Respons Langsung di Tengah Keluhan Warga
Video yang diunggah di platform TikTok tersebut menampilkan percakapan yang cukup cair antara Bupati dan seorang warga. Wanita itu, yang mengaku mewakili rekan-rekannya dari Panji Kidul, menyampaikan kegelisahan para LC dan janda yang kehilungan penghasilan. Suasana dalam video terlihat santai, namun menyentuh persoalan ekonomi yang sangat mendasar bagi kelompok tersebut.
“Pak Rio kapan kafe Situbondo dibuka? Dikarenakan LC, janda-janda gak kerja sama sekali pak,” tutur wanita tersebut dalam panggilan itu.
Tawaran Solusi Konkret dari Bupati
Alih-alih langsung menjawab pertanyaan tentang waktu pembukaan kafe, Yusuf Rio justru mengalihkan percakapan ke arah yang lebih substantif. Dengan nada yang tegas namun penuh perhatian, ia menyarankan sebuah langkah berani: meninggalkan profesi sebagai LC. Lebih dari sekadar imbauan, Bupati yang akrab disapa Rio itu langsung menawarkan komitmen bantuan yang konkret.
“Udah berhenti aja jadi LC ya. Cari kerjaan lain aja ya. Saya carikan kerja. Pokoknya kamu janji berhenti ya,” ucap Bupati Rio dalam dialog tersebut.
Tawaran itu pun langsung disambut dengan antusias. Wanita itu dengan sigap menyatakan kesiapannya, sekaligus menyebut bahwa ada puluhan perempuan lain dalam situasi serupa yang juga membutuhkan pertolongan.
Pendekatan yang Mengedepankan Solusi
Respons Bupati Situbondo ini menarik perhatian banyak pihak karena berbeda dari narasi otoritatif yang biasa muncul. Di sini, seorang kepala daerah tidak hanya tampil sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga langsung terlibat dalam mendengarkan persoalan warga dan langsung menawarkan jalan keluar. Pendekatan ini dinilai banyak warganet sebagai langkah yang lebih manusiawi dan solutif, karena tidak berhenti pada larangan, tetapi berusaha memberikan alternatif untuk masa depan yang lebih baik. Meski viral, percakapan ini menunjukkan dinamika langsung antara pemimpin dan konstituennya di era digital, di mana keluhan warga bisa sampai dengan cepat dan respons pun dapat diberikan hampir secara real-time.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Akui Anggaran Rp1,05 Triliun untuk Motor Listrik BGN Lolos Akibat Celah Software
Dekorasi Event Jadi Kunci Sukses Acara, Decoration.id Hadirkan Solusi Profesional untuk Korporat hingga Pameran
Santriwati Buka Suara soal Pencabulan Kyai di Pati: Modus Pengobatan Penyakit Hati hingga Dalih Ajaran Tarekat
Kiai Ponpes di Pati Ditangkap Usai Cabuli Santriwati, Pengacara Korban Ungkap Tawaran Suap Rp400 Juta dan Ancaman