PARADAPOS.COM - SMA Boarding Al-Irsyad Al-Islamiyah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menorehkan prestasi luar biasa dengan meloloskan tiga siswanya ke sejumlah universitas ternama di luar negeri. Ketiga siswa tersebut, yang juga merupakan hafiz (penghafal) Al-Qur'an 30 juz, berhasil menembus seleksi ketat di perguruan tinggi bergengsi di Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama dan akademik dapat berjalan beriringan untuk meraih kesuksesan di kancah global.
Prestasi Membanggakan Tiga Santri Berprestasi
Ketiga siswa yang mengharumkan nama sekolah itu adalah Aflaha Prasetyo, Ashraf Zein Firjatullah, dan Faadil Firman Abdurrahman Arkananta. Aflaha tercatat sebagai yang paling banyak mendapatkan tawaran, yakni diterima di sepuluh universitas top dunia. Rekan-rekannya, Ashraf dan Faadil, juga tak kalah gemilang dengan diterima masing-masing di delapan dan tiga perguruan tinggi luar negeri.
Prestasi akademik yang mentereng ini semakin istimewa mengingat mereka juga telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz. Kombinasi antara kedisiplinan spiritual dan intelektual tampaknya menjadi fondasi kokoh bagi kesuksesan mereka.
Perjalanan Aflaha Menuju Kampus Impian
Aflaha Prasetyo mengaku perjalanannya menuju penerimaan di sepuluh universitas tersebut penuh dengan ketekunan. Di antara kampus yang membuka pintu lebar-lebar baginya adalah University of Toronto di Kanada, University of Queensland di Australia, dan Victoria University of Wellington di Selandia Baru.
Ia mengungkapkan bahwa impian untuk kuliah di luar negeri telah dipupuknya sejak lama. Persiapan matang pun dilakukan bertahap, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris yang menjadi kunci utama.
"Sejak kelas 10 saya memang punya keinginan kuliah di luar negeri. Mulai kelas 11 saya aktif mencari informasi riset dan universitas global, serta fokus mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris," tutur putra dari pasangan Danang Prasetyo dan Dian Rizki ini, Jumat (10/4/2026).
Kurikulum yang Menyeimbangkan
Kepala SMA Boarding Al-Irsyad Al-Islamiyah Purwokerto, Sudrajat, menyampaikan kebanggaan yang mendalam atas capaian ketiga santrinya. Dari sudut pandangnya, keberhasilan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut.
Menurutnya, kurikulum yang dirancang tidak hanya mengejar nilai akademik semata, tetapi juga membangun kemandirian dan karakter kuat pada setiap siswa. Pendekatan holistik inilah yang diduga menjadi penunjang utama.
"Kuncinya ada pada motivasi yang kuat, penguasaan bahasa Inggris sebagai syarat utama, serta kemandirian siswa dalam belajar," jelas Sudrajat.
Mematahkan Stigma, Mengukir Inspirasi
Keberhasilan tiga siswa asal Purwokerto ini secara gamblang mematahkan anggapan umum yang kerap memisahkan antara prestasi keagamaan dan akademik. Mereka membuktikan bahwa kedalaman spiritual justru dapat menjadi sumber motivasi dan ketekunan yang tak terhingga untuk meraih mimpi di bidang ilmu pengetahuan.
Kini, di tengah rasa syukur dan sukacita, Aflaha dan kawan-kawannya tengah menyiapkan segala administrasi akhir sebelum menginjakkan kaki di negara tujuan masing-masing. Mereka tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga semangat untuk menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional.
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen CSO dan AR, Fokus Perkuat Layanan di Daerah 3T
Ketua GRIB Jaya Tantang Pemerintah Buktikan Klaim Lahan Bongkaran Milik Negara
Menteri Haji Gus Irfan Usulkan Sistem War Tiket untuk Gantikan Antrean Panjang
Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Dikritik Tajam Mantan Sekutu MAGA