Anne Hathaway Gunakan Frasa Insya Allah dalam Wawancara, Soroti Apresiasi Budaya

- Rabu, 22 April 2026 | 13:25 WIB
Anne Hathaway Gunakan Frasa Insya Allah dalam Wawancara, Soroti Apresiasi Budaya

PARADAPOS.COM - Aktris pemenang Oscar, Anne Hathaway, menjadi sorotan setelah menggunakan frasa bahasa Arab "Insya Allah" dalam sebuah wawancara. Ungkapan yang berarti "jika Allah menghendaki" itu ia ucapkan saat membahas harapan untuk hidup panjang dan sehat, memicu gelombang diskusi di media sosial tentang latar belakang agamanya dan apresiasi terhadap sensitivitas budaya.

Momen yang Memicu Perbincangan

Momen tersebut terekam dalam wawancara eksklusif dengan majalah People, di mana bintang film "The Devil Wears Prada 2" itu berbicara tentang proses penuaan dan masa depannya. Dengan nada yang tenang dan natural, Hathaway menyampaikan aspirasinya tentang kehidupan.

“Aku hanya berharap bisa hidup dan menikmati hidup,” tuturnya. Lalu, dengan lancar ia menambahkan, “Insya Allah, aku berharap demikian.”

Latar Belakang Keagamaan Anne Hathaway

Ucapan itu secara spontan memunculkan pertanyaan dari publik mengenai keyakinan yang dianutnya. Berdasarkan catatan publik, Hathaway dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik Roma yang taat. Bahkan, di masa remajanya, ia pernah memiliki keinginan untuk menjadi biarawati.

Namun, perjalanan spiritualnya mengalami pergeseran saat ia berusia 15 tahun. Keputusan untuk meninggalkan Gereja Katolik diambilnya, yang menurut beberapa laporan, berkaitan dengan posisi gereja terhadap kakak laki-lakinya yang gay. Keluarganya kemudian sempat bergabung dengan Gereja Episkopal.

Hingga saat ini, aktris berusia 41 tahun itu tidak secara resmi menganut denominasi agama tertentu. Dalam beberapa kesempatan, ia menggambarkan keyakinannya sebagai sesuatu yang terus berkembang, sebuah pencarian pribadi yang lebih berfokus pada nilai-nilai universal seperti cinta dan integritas.

Respek Budaya di Panggung Global

Viralnya klip wawancara itu menarik perhatian karena terjadi dalam konteks percakapan global tentang inklusivitas dan penghormatan budaya. Banyak pengamat media dan warganet menilai penggunaan frasa "Insya Allah" oleh Hathaway terdengar otentik dan penuh respek, jauh dari kesan dibuat-buat.

Ucapan singkat itu dianggap sebagai pengingat bahwa kosakata dari budaya dan agama Islam telah menjadi bagian dari percakapan global. Dalam dunia hiburan Hollywood yang kerap dikritik karena kurangnya representasi, gestur kecil semacam ini mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penyatuan kemanusiaan yang sederhana.

Figur Publik dan Pencarian Spiritual

Anne Hathaway memang dikenal sebagai selebritas yang vokal menyuarakan toleransi dan keberagaman. Pencarian spiritualnya yang terbuka, yang ia sebut sebagai "work in progress", tampaknya selaras dengan sikapnya yang menghargai ekspresi keyakinan dari berbagai tradisi.

Dengan demikian, momen "Insya Allah" ini lebih dari sekadar viralitas semata. Ia menyoroti bagaimana figur publik dapat, secara tidak langsung, mempromosikan pemahaman antarbudaya melalui bahasa dan sikap sehari-hari. Sementara fans menantikan penampilannya dalam sekuel "The Devil Wears Prada", Hathaway justru mengingatkan kita akan kekuatan kata-kata yang inklusif dan penuh penghormatan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar