PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum mengetahui asal usul anggaran untuk membayar gaji puluhan ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sedang direkrut. Pernyataan ini disampaikannya di tengah proses rekrutmen massal yang tengah berlangsung hingga 24 April 2026 mendatang. Purbaya menegaskan, komitmen anggaran pemerintah pusat yang ia ketahui saat ini hanya terbatas pada cicilan tahunan sebesar Rp40 triliun untuk kebutuhan koperasi secara umum.
Anggaran Cicilan Rp40 Triliun dan Ketidaktahuan Tambahan
Dalam keterangannya di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026), Menteri Purbaya menjelaskan posisi anggaran yang ia kelola. Ia mengaku hanya bertanggung jawab atas alokasi pembayaran cicilan tahunan yang telah ditetapkan, sementara untuk pos anggaran lain di luar itu, termasuk gaji manajer KDKMP, ia belum mendapat informasi yang jelas.
“Koperasi saya enggak tahu. Tapi yang saya bayar ke koperasi kan, hanya cicilan Rp40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak paham,” tuturnya.
Komitmen Jangka Panjang dan Janji Penelusuran
Meski mengaku belum paham soal sumber pendanaan gaji, Purbaya memastikan akan menelusuri lebih lanjut hal tersebut. Di sisi lain, ia menegaskan komitmen jangka panjang pemerintah melalui APBN untuk terus mendukung sektor koperasi dengan dana yang signifikan dalam enam tahun ke depan.
“Nggak tahu nanti saya pastikan, tapi saya yang tahu saya hanya bayar cicilan sekian puluh triliun setiap tahun sampai enam tahun ke depan gitu,” jelasnya.
Skala Rekrutmen yang Masif
Rekrutmen yang menjadi sorotan ini memang berlangsung dalam skala sangat besar. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan (Zulhas), merinci bahwa dari total 35.476 lowongan, sebanyak 30.000 posisi diperuntukkan bagi manajer koperasi desa yang akan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sementara itu, sisa 5.476 lowongan lainnya dialokasikan untuk pegawai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan dikelola PT Agrinas Jaladri Nusantara. Besarnya angka ini turut menjelaskan mengapa pertanyaan soal sumber anggaran untuk gaji menjadi perhatian publik dan perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pelatih Voli di Cirebon Jadi Tersangka Pelecehan Seksual hingga Hamilkan Atlet 13 Tahun
Anne Hathaway Gunakan Frasa Insya Allah dalam Wawancara, Soroti Apresiasi Budaya
Prabowo Berencana Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia, Menlu Sebut Ada Personel Asal RI di Grup Korea
Menu Mewah Makan Bergizi Gratis di Nabire Timbulkan Tanya Saat Kunjungan Gibran