Susi Pudjiastuti Dicalonkan Jadi Komisaris Utama Independen bank bjb, Targetkan Take Over Pasar Pinjol

- Rabu, 29 April 2026 | 01:50 WIB
Susi Pudjiastuti Dicalonkan Jadi Komisaris Utama Independen bank bjb, Targetkan Take Over Pasar Pinjol

PARADAPOS.COM - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bank bjb untuk Tahun Buku 2025 mengusulkan nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sebagai Komisaris Utama Independen. Proses penunjukan ini, yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sempat menemui kendala karena Susi awalnya menolak tawaran tersebut. Hingga saat ini, finalisasi jabatan masih menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penolakan Awal hingga Kesediaan Susi Pudjiastuti

Di sela-sela kesibukannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa perjalanan menunjuk Susi Pudjiastuti tidaklah mudah. Mantan menteri yang dikenal tegas itu sempat menolak mandat yang diberikan. Namun, setelah melalui serangkaian diskusi, ia akhirnya bersedia menerima posisi strategis tersebut.

"Komisaris utama independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi itu 'Ratu Laut Kidul', yang kedua Pak Eydu Oktain Panjaitan yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri," kata Dedi Mulyadi, Selasa, 28 April 2026.

Dedi menegaskan bahwa penyusunan struktur baru ini merupakan langkah fundamental. Ia berharap dengan postur kepemimpinan yang segar, bank bjb mampu meningkatkan kredibilitas dan bersaing di panggung nasional, tidak hanya sebagai bank milik pemerintah daerah.

"Dengan postur baru ini, kita harapkan bjb menjadi bank yang kredibel, tidak hanya eksis sebagai bank Pemda tapi juga diminati secara nasional," tegasnya.

Dorongan Gubernur dan Panggilan Hati sebagai Putri Daerah

Di sisi lain, Susi Pudjiastuti mengakui bahwa keputusannya menerima posisi ini tidak muncul begitu saja. Ia menyebut dorongan kuat dari Dedi Mulyadi menjadi faktor penentu. Selain itu, rasa tanggung jawab sebagai putri kelahiran Jawa Barat turut menjadi pertimbangan.

"Iya Pak Gub ini tukang paksa jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang, saya suka tantangan, saya ingin mencoba," ujar Susi.

Meskipun belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, Susi merasa latar belakangnya sebagai pengusaha dapat menjadi modal berharga. Ia yakin pengalaman mengelola keuangan bisnisnya akan membantunya memahami dinamika industri keuangan.

"Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank Jabar, semoga itu bisa," jelasnya.

Ia juga menegaskan akan tetap membawa gaya komunikasinya yang lugas dan terus terang dalam menjalankan peran barunya nanti.

"Saya bilang ke Pak Gub, terima Susi apa adanya. Saya bicara apa yang saya maksud," ungkapnya.

Fokus pada UMKM dan Fenomena Pinjaman Online

Lebih jauh, Susi menyoroti peran strategis bank daerah. Menurutnya, bank bjb harus mampu menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat. Ia melihat potensi ekonomi yang sangat besar, namun belum tergarap secara optimal, mengingat provinsi ini memiliki jumlah penduduk yang besar serta garis pantai utara dan selatan yang panjang.

"Jabar dengan penduduk yang besar pantai utara dan selatan sangat panjang, UMKM salah satu kekuatan masyarakat Jawa Barat, contoh Pangandaran itu PDB penduduknya bagus. Kalau bisa kultur ini ditularkan ke semua bagian," ungkapnya lagi.

Tak berhenti di situ, perhatian Susi juga tertuju pada maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat. Ia menggagas langkah konkret agar bank bjb mampu mengambil alih sebagian pasar pinjol. Hal ini dinilai sebagai upaya melindungi masyarakat dari jeratan bunga yang tinggi.

"Pinjol di Jabar besar sekali, kalau itu bisa di-take over oleh Bank Jabar. 50 persen target pertama saya yakin bisa dan kita membantu orang, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut membutuhkan proses yang panjang. Dukungan kebijakan dari pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

"Tapi tentu ini ada tahapannya dan mungkin pak gub harus meminta cara membatasi pinjol di Jabar agar bjb bisa ambil porsi. Hal-hal seperti itu," tandasnya.

Saat ini, publik masih menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk finalisasi penunjukan Susi Pudjiastuti dan Eydu Oktain Panjaitan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler