PARADAPOS.COM - Istri Aiptu FN, seorang anggota polisi di Lubuklinggau, melaporkan balik kelompok debt collector ke Polda Sumsel setelah suaminya menikam dan menembak salah satu dari mereka yang mencoba menyita kendaraannya.
Desrummiaty, istri Aiptu FN, didampingi kuasa hukumnya, membuat laporan tersebut pada hari Minggu (24/3/2024).
Kuasa hukum Aiptu FN, Rizal Syamsul SH, menjelaskan bahwa kliennya melaporkan para debt collector atas tiga dugaan pelanggaran yang berbeda, yaitu pencurian dengan kekerasan, pengeroyokan, dan pemerasan sesuai dengan Pasal 365, 170, dan 368 KUHP.
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi ketika Aiptu FN dan istri tidak menghiraukan dua orang yang mendekati mereka, kemudian masuk ke dalam mobil.
Saat hendak keluar dari area parkir, dua mobil yang dikendarai oleh debt collector tersebut menghadang mobil Aiptu FN. Menurut informasi dari istri Aiptu FN, sekitar 12 orang debt collector ada di lokasi dengan dua mobil, satu menghadang dari depan dan satu lagi dari belakang.
Salah satu dari mereka mendekati Aiptu FN sambil menanyakan STNK, yang kemudian berujung pada penganiayaan. Aiptu FN tidak mau menunjukkan STNK-nya karena bukan wewenang mereka untuk menanyakan hal tersebut.
Merasa mendapat tindakan kekerasan, Aiptu FN masuk ke dalam mobil untuk mengambil sangkur sebagai bentuk pertahanan diri. Anak-anak Aiptu FN juga mengalami trauma pasca kejadian tersebut.(*)
Sumber: jambione
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp 17.718 per Dolar AS, Harga Sembako Impor Terancam Meroket
Pengusaha Seblak Bandung Akui Kontrak Gaib di Gunung Kawi, Tumbal Nyawa Setiap Tiga Tahun Demi Kekayaan Instan
Rupiah Anjlok ke Rp17.718 per Dolar AS, Timothy Ronald Peringatkan Ancaman PHK dan Kenaikan Harga
Rupiah Tembus Rp17.713 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah