Selain dihantam bogem mentah dan tendangan, semua tertuduh juga diolesi balsem di bagian wajah.
Reynaldi dan sejumlah terpidana dipaksa mengaku telah membunuh Vina Cirebon dan Eky.
"Saya enggak tahu apa-apa ya bilang enggak tahu. Intinya harus mengakui padahal itu enggak tahu. Dipukul sampai remuk, jalan aja enggak bisa, mau masuk penjara aja pada ngesot semua," ujarnya.
"Mau masuk penjara aja saya dipukulin gembok, terus masing-masing suruh minum air kencing segelas," sambung Reynaldi sambil menyeka air mata.
"Ada ancaman lain?" tanya Farhat Abbas kuasa hukum Saka Tatal pada Reynaldi.
"Polisi bilang, masih mending ditembak mati semua dari pada hidup," jawab Reynaldi.
Ia mengaku sempat tak tahan dengan penyiksaan tersebut dan ingin mati saja.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Viral! Gimah Warga Lumajang Minta Gunung Semeru Dipindah, Ini Kisah Trauma & Upaya Mitigasi
Roy Suryo Cs Tagih Dasar Hukum Surat Penyetaraan Ijazah Gibran ke Kemendikdasmen
Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Modus Penipuan Investasi Kripto Manta Rugikan Korban Miliaran
Gaji Pegawai Pajak 2024: Tukin Tertinggi Capai Rp117 Juta, Ini Rincian Lengkapnya