Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, menanggapi keberadaan sejumlah jemaah yang melaksanakan salat bersebelahan antara pria dan wanita di selasar atau lorong masjid.
Sekretaris Jenderal Masjid Al-Markaz Al-Islami Arman Arfah menjelaskan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mengimbau jemaah untuk salat di dalam masjid.
"Masjid Al-Markaz masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung jemaah, sehingga mereka yang memilih salat di pelataran bukan karena masjid penuh," ujar Arman, Minggu (9/3/2025).
Ia menambahkan panitia tidak melarang jemaah yang tetap ingin salat di selasar, tetapi dengan ketentuan posisi saf pria dan wanita harus terpisah.
Arman juga menegaskan pihaknya tidak dapat memastikan status hubungan jemaah yang salat di lokasi tersebut.
"Kami tidak bisa serta-merta menilai mereka berbuat tidak pantas. Yang jelas, aturan di Al-Markaz adalah salat di selasar diperbolehkan, tetapi saf harus terpisah antara laki-laki dan perempuan," katanya.
Menurut Arman, beberapa jemaah memilih salat di selasar karena aksesnya yang lebih mudah. Meski demikian, ia menegaskan pengurus masjid tetap mengimbau jemaah untuk mengikuti aturan yang berlaku.
Sumber: era
Foto: Tangkapan layar. (Istimewa)
Artikel Terkait
Yegor Yarmolyuk: Dari Latihan Mandiri di Halaman Rumah hingga Tembus Skuad Utama Brentford
Keluarga Korban Penyekapan di Bandung Tuntut Keadilan, Minta Mata Tersangka Dicungkil
Mantan Ketua Ombudsman Gunakan 10 Nama Samaran untuk Kelola Suap Nikel Rp4,8 Miliar
Hotman Paris Desak Jokowi Tertibkan Pengacara yang Bukan Kuasa Hukum Ramai Berkomentar soal Kasus Ijazah