"Kalau bangsa ini dipimpin oleh orang yang bermasalah secara etika, bagaimana masa depan kita? Saya katakan lebih baik dipimpin oleh monyet, karena mereka hanya menuruti naluri, bukan nafsu kekuasaan," kecamnya.
Soenarko lantas menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak.
Ia berharap Prabowo bisa menjadi pemimpin yang mampu memperbaiki warisan kekacauan pemerintahan sebelumnya.
"Pak Prabowo, saat ini bapak memegang kendali. Tindakan tegas ada di tangan bapak. Hukum bisa ditegakkan, Kapolri bisa diganti, semua karena kewenangan konstitusional ada di tangan presiden," ujarnya.
Namun, ia memberi peringatan: jika Prabowo mengabaikan suara rakyat, maka gelombang perlawanan bisa tak terbendung.
"Jika suara kami tak didengar, jangan salahkan rakyat jika turun ke jalan menuntut kedaulatan kembali. Itu hak rakyat. Revolusi, people power, semua itu bisa terjadi bila keadilan terus diabaikan," tegasnya.
Di penghujung pernyataannya, Soenarko menilai bahwa masa pemerintahan Jokowi telah merusak tatanan hukum dan konstitusi.
Ia percaya Prabowo masih punya kesempatan untuk memperbaiki arah bangsa.
"Konstitusi sudah dikacaukan di masa lalu. Tapi kita percaya Pak Prabowo bisa memperbaikinya. Asal sejalan dengan kehendak rakyat, kami siap berdiri di belakang beliau," pungkas Soenarko.
👇👇
Sumber: Sawitku
Artikel Terkait
Analisis Lengkap: Perbedaan Agenda Kapolri Listyo Sigit dan Jokowi sebagai Pejuang
Viral Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora, Identitas Pelaku Terungkap!
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Krisis Komunikasi & Ujian Pemerintahan Prabowo