PARADAPOS.COM - Momen bahagia ulang tahun berubah menjadi tragedi memilukan di Manokwari, Papua Barat.
Seorang pria bernama Yunus Ariwei, yang menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya, tepat di hari ulang tahunnya.
Kejadian tragis ini terjadi saat istri dan anaknya hendak memberikan kejutan ulang tahun. Mereka masuk ke kamar sambil membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin menyala.
Video detik-detik kejadian tersebut sempat terekam dan viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun TikTok @ocharnq.
Dalam video tersebut, sang istri tampak memasuki kamar sambil membawa kue ulang tahun.
Sang anak yang turut serta juga tampak mengabadikan momen itu menggunakan kamera ponsel, berharap menangkap ekspresi bahagia sang ayah.
Namun, harapan itu seketika hancur saat Yunus tak menunjukkan respons apapun. Sang istri mencoba membangunkannya dengan menggoyangkan tubuhnya, namun tidak juga bangun.
Ketika dicoba beberapa kali dan tetap tidak ada reaksi, sang istri mulai panik dan menyadari ada yang tidak beres.
Keheningan berubah menjadi tangisan. Istri dan anak langsung histeris saat sadar Yunus telah tiada.
Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di Rumah Duka Brawijaya, Manokwari.
Kepergian mendadak Yunus Ariwei meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan kerja dan masyarakat Pegunungan Arfak.
Yunus Ariwei diketahui menjabat sebagai Kepala BPKAD Pegaf sejak 29 Juli 2019, dan dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam pekerjaannya.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya hidup, bahkan dalam momen-momen yang semestinya penuh kebahagiaan.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Bandung yang Sekap dan Siksa Kekasih hingga Buta Selama Tiga Tahun
Didik Rachbini Peringatkan Ancaman Pidana Enam Tahun jika Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Terbukti
Gibran Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Didoakan, Hormati Proses Hukum
Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ditahan di Polda Metro Jaya Usai Perawatan Intensif