Pengamat politik Rocky Gerung menilai keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menjadi beban atau liability bagi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mempercepat kemakmuran.
Hal ini diungkap Rocky dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 15 Agustus 2025.
“Gibran itu bukan harapan. Justru semua hal yang memungkinkan harapan presiden untuk mempercepat kemakmuran itu dibatalkan oleh adanya inkapasitas dari Gibran. Jadi Gibran itu adalah liability bagi Presiden Prabowo," kata Rocky.
Akademisi yang akrab disapa RG itu melanjutkan, Prabowo Subianto tentu akan bilang bahwa presiden dan wakil presiden adalah satu paket.
"Betul satu paket secara election, tetapi di dalam hari-hari ini kan ada secara election, ada decision. Nah, decision ini tidak mungkin diandalkan pada Gibran,” sambung Rocky.
Menurut mantan dosen ilmu filsafat Universitas Indonesia itu, jika Gibran ingin menjadi pemimpin di masa depan, ia perlu memperluas pengalaman dan pemahaman isu-isu strategis.
“Gibran mungkin sangat bagus kalau pergi ke Papua lalu tinggal di sana lama supaya dia belajar tentang public policy, belajar soal HAM, belajar tentang global politik, belajar tentang isu lingkungan dan lokal kultur, dan macam-macam. Kalau dia ingin jadi pemimpin di masa depan,” tandas Rocky.
Sumber: rmol
Foto: Pengamat politik Rocky Gerung. (Foto: YouTube Hendri Satrio Official)
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Pria 26 Tahun sebagai Tersangka Video Viral Batang Membara
Dokter Tifa Klaim Punya 26 Lembar Dokumen Syarat Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014
KPK Geledah Kantor Imigrasi dan Rumah Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA, Sita Uang Puluhan Juta
Kuasa Hukum Ajukan Sony Sonjaya sebagai Justice Collaborator, Ungkap 26 Nama di Kasus Korupsi MBG