Pakar Politik Sebut Kenaikan Pangkat Komjen Polri Jurus Listyo Sigit Selamatkan Diri dan Keluarga Jokowi
Pakar politik Prof Ikrar Nusa Bhakti memberikan analisis mengejutkan terkait penaikan pangkat sejumlah komisaris jenderal (Komjen) Polri. Menurutnya, langkah ini merupakan strategi Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mengamankan posisinya serta melindungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.
Mencari Pengganti yang Aman
Dalam penampilannya di siniar Abraham Samad Speak Up, Prof Ikrar mengungkapkan bahwa para komjen yang dinaikkan pangkatnya diharapkan dapat menjadi calon Kapolri pengganti. "Ini berarti dia [Listyo Sigit] lagi akan cari-cari kira-kira siapa yang bisa menggantikan dia dan tidak menjadi orang yang berbahaya, baik untuk dirinya maupun buat keluarga Jokowi," tegas Ikrar.
Problem Masa Jabatan Panjang
Prof Ikrar menyatakan ketidaksetujuannya dengan pola pengangkatan pejabat tinggi dengan sisa masa jabatan yang panjang. "Saya paling enggak setuju kalau kemudian, baik kapolri ataupun nanti siapa yang akan menjadi panglima TNI, usianya itu, masih masa jabatannya itu lebih dari 3 tahun," ujarnya. Menurutnya, inilah problem terbesar yang terjadi di Indonesia saat ini.
Keterkaitan dengan Geng Solo
Analisis ini mengungkap keterkaitan erat antara Kapolri Listyo Sigit dengan Jokowi sejak masa tugas di Solo. "Ini kan pejabat-pejabat kemarin ya, termasuk Listyo ini, kan orang-orang yang dekat dengan Jokowi ketika mereka bertugas di Solo," jelas Ikrar. Pola serupa juga terjadi dalam penunjukan Panglima TNI.
Bahaya The Jokowi Legacy
Prof Ikrar menegaskan bahwa keberadaan pejabat dari lingkaran Geng Solo inilah yang menyebabkan berbagai hal tidak diinginkan publik masih terus berjalan. Ia mengharapkan Presiden Prabowo Subianto menunjuk calon Kapolri dan Panglima TNI yang tidak terkait dengan Jokowi.
"The Jokowi legacy ini sangat berbahaya bagi Indonesia. Bukan masalah ini orang ya, tapi perusakan institusi dalam TNI dan Polri itu, rusaknya itu pada era Jokowi," tandasnya tegas.
Artikel Terkait
Percakapan WhatsApp Ungkap Suasana Panik Saat Pembacokan di UIN Suska Riau
Pemerintah Impor 1.000 Ton Beras AS, Pengamat Pertanyakan Konsistensi Swasembada
Ustaz Abdul Somad Soroti Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Ingatkan Bahaya Pergaulan Bebas
Jokowi Tegaskan Selesaikan Polemik Ijazah Palsu Lewat Jalur Pengadilan