Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak takut dengan siapapun karena memiliki pengalaman bekerja dengan berbagai pemimpin nasional. Pengalamannya mencakup membantu dan menjadi bawahan Presiden SBY, Presiden Joko Widodo, serta beberapa menteri koordinator seperti Hatta Rajasa, Chairul Tanjung, dan Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Purbaya mengungkapkan, "Saya sudah biasa bergaul dengan top-top thinker di Indonesia. Saya enggak pernah takut sama siapa saja jadinya. Saya udah selalu terekspos dengan cara berpikir mereka, cara mereka mengambil keputusan."
Purbaya juga memuji kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil keputusan. Proses penunjukannya sebagai menteri keuangan ternyata melalui diskusi intensif di Hambalang, Bogor, pada awal September 2025. Saat itu, Purbaya memberikan peringatan tentang risiko pergantian kekuasaan jika kebijakan ekonomi tidak diubah.
Dia menjelaskan analisis ekonomi historis dari era Presiden Suharto hingga Joko Widodo, menunjukkan pola siklus ekonomi 7 tahun ekspansi dan 1 tahun resesi. Menurutnya, kesalahan pengambilan keputusan selama krisis dapat memicu pergantian kekuasaan, seperti yang terjadi pada era Suharto dan Gus Dur.
Purbaya mengklaim berperan penting dalam membantu pemerintahan SBY (2008-2009) dan Jokowi (2016) menghindari krisis politik melalui kebijakan moneter dan fiskal yang tepat. Dia menekankan pentingnya menjaga likuiditas dengan pertumbuhan uang primer (M0) yang memadai.
Berdasarkan data pertumbuhan M0 yang mendekati 0% di pertengahan 2025, Purbaya memperingatkan demonstrasi besar-besaran dan potensi pergantian kekuasaan pada Februari 2026. Peringatan inilah yang kemudian membuat Prabowo menunjuknya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber: Bisnis.com
Artikel Terkait
Pew Research: 83% Pemilih Kulit Hitam Dukung Demokrat, Trump Dituduh Pasang Hambatan Sistemik untuk Menekan Suara Mereka
Hasto Kristiyanto Kritik APBN: Defisit Transaksi Berjalan dan Keseimbangan Primer Negatif Jadi Alarm Ekonomi
Jokowi Tak Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila karena Belum Terima Undangan Resmi
Istana Akhirnya Buka Suara soal Kritik Dino Patti Djalal: Setiap Perjalanan Luar Negeri Prabowo Punya Azas Manfaat