Erick Thohir Dituding Sebagai Manipulator Publik, Benarkah?

- Selasa, 14 Oktober 2025 | 00:25 WIB
Erick Thohir Dituding Sebagai Manipulator Publik, Benarkah?

Kontroversi JIS untuk Piala Dunia U17: Analisis Konflik Politik di Balik Penggantian Rumput

Indonesia mendapatkan hak istimewa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Namun, rencana awal menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terkendala karena venue tersebut telah terikat kontrak dengan event organizer untuk sebuah konser besar.

Sebagai solusi, PSSI pun beralih ke Jakarta International Stadium (JIS), sebuah stadion berkelas dunia yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Meski JIS telah mendapat pengakuan internasional, persoalan teknis berubah menjadi perdebatan politik yang memanas.

Dugaan Motif Politik di Balik Penilaian JIS

Banyak pengamat yang menduga ada motif politik di balik penolakan terhadap JIS. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap Anies Baswedan. Melalui para menterinya, dilakukan serangkaian manuver yang dianggap sebagai upaya sistematis untuk meredupkan setiap capaian yang identik dengan Anies.

Dalam peristiwa ini, Erick Thohir, yang menjabat sebagai Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI, memegang peran kunci. Kedatangannya ke JIS bersama para ahli untuk meninjau lapangan dinilai tidak transparan dan penuh rekayasa.

Klaim Surat FIFA dan Manipulasi Narasi

Puncak kontroversi terjadi ketika Erick Thohir menggelar konferensi pers dan menunjukkan surat yang diklaim berasal dari FIFA. Surat tersebut, menurutnya, meminta agar rumput hybrid JIS diganti. Namun, yang dibacakan hanya potongan tertentu.

Padahal, bunyi paragraf pertama surat FIFA tersebut jelas:

“In view of the proposed change from the Jakarta GBK Stadium to Jakarta International Stadium and based on the facts provided with the report of PSSI’s domestic pitch experts, please find the FIFA pitch management assessment as follows.”

Artinya, surat itu adalah tanggapan atas laporan yang dikirim oleh PSSI sendiri, bukan perintah langsung dari FIFA. Banyak yang menilai Erick Thohir telah memenggal dan memanipulasi isi surat untuk membangun narasi politik tertentu di hadapan publik.

Ironi Penggantian Rumput dan Dampaknya

Akibat dari kontroversi ini, rumput JIS akhirnya diganti. Ironisnya, setelah penggantian, stadion justru mengalami masalah genangan air. Citra yang ingin "dipulihkan" malah menjadi rusak akibat keputusan yang dianggap terburu-buru dan tidak berdasarkan alasan teknis murni.

Insiden ini dinilai telah mengorbankan dunia olahraga untuk kepentingan politik. Erick Thohir dituding menjadikan sepak bola sebagai alat politik, dengan bayang-bayang kekuasaan Jokowi di belakangnya, dalam sebuah drama yang merugikan nama baik sebuah infrastruktur olahraga berkelas dunia.

Sumber Artikel Asli: https://www.geisway.com/2023/10/erick-thohir-sang-manipulator-publik.html

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar