Rusia Hujani Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv dengan 73 Rudal dan 656 Drone, 11 Tewas

- Selasa, 02 Juni 2026 | 11:25 WIB
Rusia Hujani Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv dengan 73 Rudal dan 656 Drone, 11 Tewas

PARADAPOS.COM - Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke sejumlah kota Ukraina pada Senin (01/06) malam hingga Selasa (02/06) dini hari waktu setempat. Serangan yang menargetkan Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv ini menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban jiwa kemungkinan akan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pencarian korban di bawah reruntuhan.

Gelombang Serangan dan Respons Pertahanan Udara

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah muncul peringatan intelijen bahwa Moskow tengah mempersiapkan operasi besar. Menurut laporan militer Ukraina, Rusia meluncurkan total 73 rudal dan 656 drone sejak pukul 18.00 waktu setempat (22.00 WIB) pada Senin malam. Dari jumlah tersebut, Angkatan Udara Ukraina mengklaim berhasil menetralkan sebanyak 40 rudal dan 602 drone.

Kyiv menjadi pusat sasaran utama, namun gelombang drone juga menjangkau 38 lokasi lainnya di seluruh wilayah Ukraina. Hal ini diungkapkan Angkatan Udara Ukraina melalui kanal Telegram resmi mereka, menggambarkan betapa luasnya cakupan serangan yang dilakukan dalam satu malam.

Moskow Sebut Serangan sebagai Balasan atas "Tindakan Terorisme"

Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan pada Selasa (02/06) yang mengonfirmasi bahwa serangan masif tersebut merupakan respons langsung atas apa yang mereka sebut sebagai "tindakan terorisme" di dalam wilayah Rusia. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan telah menyerang berbagai objek militer Ukraina.

"Semalam, sebagai respons terhadap aksi terorisme rezim Kyiv, angkatan bersenjata Federasi Rusia melancarkan serangan massal menggunakan senjata presisi tinggi jarak jauh berbasis udara, darat, dan laut," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Dnipro dan Kyiv: Laporan Korban dari Lapangan

Di Dnipro, wilayah timur Ukraina, petugas layanan darurat setempat melaporkan bahwa setidaknya tujuh orang tewas dan 36 lainnya luka-luka. Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan kondisi mereka dilaporkan stabil. Petugas juga membagikan dokumentasi foto yang menunjukkan bangunan tempat tinggal yang hancur parah serta kendaraan yang hangus terbakar.

Sementara itu, di Kyiv, Layanan Darurat Negara Ukraina mencatat empat orang tewas dan 63 lainnya luka-luka. Yang memprihatinkan, di antara korban luka tersebut terdapat tiga orang anak-anak. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyampaikan bahwa sebuah gedung apartemen berlantai 24 diduga menjadi sasaran rudal, menyebabkan sebagian bangunan runtuh dan sejumlah orang masih tertimbun puing-puing.

"Di distrik Obolon, kendaraan-kendaraan terbakar setelah tertimpa serpihan rudal yang jatuh," jelas Klitschko. "Ada pula kebakaran di dua lokasi di area terbuka, termasuk satu di dekat taman kanak-kanak."

Warga Berlindung di Bawah Tanah

Suasana mencekam mewarnai ibu kota Ukraina pada Selasa dini hari. Menurut keterangan saksi mata, ribuan warga berbondong-bondong memadati jaringan kereta bawah tanah Kyiv untuk mencari perlindungan. Mereka membawa hewan peliharaan, barang-barang pribadi, dan kasur, sementara suara sirine sistem pertahanan udara yang berusaha menghalau serangan Rusia terus menggema di atas permukaan tanah. Banyak warga juga melaporkan mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih.

Di Kharkiv, setidaknya 14 orang dilaporkan luka-luka. Serangan merusak sejumlah rumah, garasi, dan kendaraan. Sebuah bangunan hunian dua lantai dan beberapa bagian dari apartemen berlantai empat juga rusak berat, dengan beberapa orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan. Angkatan Udara Ukraina mengonfirmasi bahwa Moskow menggunakan kombinasi rudal balistik dan rudal jelajah dalam operasi tersebut.

Peringatan Zelenskyy yang Menjadi Kenyataan

Beberapa jam sebelum rentetan rudal dan drone menghujani kota-kota Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah berulang kali mengeluarkan peringatan keras. Ia mengimbau warganya untuk tidak lengah dan selalu memperhatikan sirene serangan udara.

"Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia masih berlaku. Serangan masif sangat mungkin terjadi, mereka telah mempersiapkannya," ujar Zelenskyy dalam pidato video malamnya pada hari Senin (01/06).

Pekan lalu, Moskow memang telah memperingatkan akan melancarkan "serangan sistematis" terhadap objek militer Ukraina dan pusat pemerintahan di Kyiv. Peringatan itu sekaligus mendesak warga asing untuk meninggalkan ibu kota Ukraina. Langkah Rusia tersebut merupakan buntut dari serangan drone ke sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia, yang menewaskan 21 orang. Ukraina membantah terlibat dalam serangan itu.

Konflik yang telah memasuki tahun keempat ini menunjukkan eskalasi yang terus meningkat. Moskow kini semakin gencar menargetkan infrastruktur pasokan listrik Ukraina, sementara Kyiv membalas dengan menyerang fasilitas minyak milik Rusia. Upaya mediasi untuk mengakhiri perang masih menemui jalan buntu, terlebih dengan perhatian dunia yang mulai teralihkan pada ketegangan di Timur Tengah.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar