Proyek KCJB disebut sebagai "jebakan utang China" yang penuh kejanggalan. Syahganda mengungkapkan, proposal awal kereta cepat justru berasal dari Jepang yang telah menyelesaikan studi kelayakan. Namun, tiba-tiba China masuk dengan proposal yang dianggap lebih murah, namun tanpa proses transparan.
Kritik Lingkungan dan Isu Keamanan di Halim
Kritik terhadap proyek ini bukan hal baru. Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang dulu menjabat Ketua Gerindra Jawa Barat, tercatat kerap menolak proyek ini karena dinilai merusak lingkungan. Selain itu, muncul pertanyaan geopolitik mengenai pemilihan titik akhir di Halim, markas elit TNI AU, yang memicu spekulasi soal kepentingan intelijen China.
Syahganda menegaskan bahwa segala peringatan dan nasihat kepada Jokowi sebenarnya sudah disampaikan jauh-jauh hari. "Pengamat sudah menasihati, tapi Pak Jokowi tidak mau dinasihati," pungkasnya.
Artikel Terkait
Oknum Aparat Minta Maaf ke Penjual Es Kue Bogor: Kronologi Lengkap & Bantuan Hotman Paris
Felix Siauw Kritik Prabowo Dukung Board of Peace: Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Fakta Terbaru
Kisah Pilu Sudrajat: Rumah Ambrol & 3 Anak Putus Sekolah di Bogor, Begini Kondisinya