Geger! Komisaris TJ & Ketua GP Ansor Jakarta Ancam Gorok Leher Karyawan Trans 7, Ini 6 Fakta Lengkapnya

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 06:00 WIB
Geger! Komisaris TJ & Ketua GP Ansor Jakarta Ancam Gorok Leher Karyawan Trans 7, Ini 6 Fakta Lengkapnya

Kontroversi Muhammad Ainul Yakin: Ancaman ke Trans7 dan Profil Komisaris TransJakarta

Kasus kontroversial yang melibatkan Muhammad Ainul Yakin Simatupang, Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), memicu kegaduhan publik. Kontroversi ini berpusat pada pernyataan bernada ancaman yang dilontarkannya terhadap karyawan Trans7.

Berikut adalah rangkuman fakta penting seputar kasus ini dan profil lengkap Ainul Yakin.

1. Pemicu Ancaman "Gorok": Dugaan Penghinaan terhadap Ulama NU

Kegaduhan ini bermula dari video viral di media sosial yang menampilkan Ainul Yakin menyatakan bahwa Trans7 telah menghina kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) melalui siaran mereka. Kritik ini ditujukan pada tayangan "Xpose Uncensored" pada 13 Oktober 2025, yang menampilkan siaran tentang santri dan kiai Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Dalam orasinya, Ainul Yakin menyampaikan pernyataan bernada ancaman. Ia mengatakan akan "menggorok" karyawan Trans7 jika stasiun televisi tersebut mengolok-olok ulama. Ia juga mengingatkan sejarah perjuangan Ansor dan menyamakan situasi dengan pembantaian anggota PKI, dengan menyatakan "Halal darah kalian apabila mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama."

KPID Jakarta menilai tayangan tersebut telah melanggar sejumlah peraturan penyiaran terkait penghormatan pada nilai agama dan lembaga pendidikan. Menanggapi hal ini, Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, telah menyampaikan permintaan maaf dan melakukan penindakan tegas terhadap pihak internal serta memutus kerja sama dengan rumah produksi terkait.

2. Sikap TransJakarta: Tegaskan Pernyataan sebagai Pandangan Pribadi

Komisaris Utama TransJakarta, Letjen TNI (Purn.) Untung Budiharto, membenarkan status Ainul Yakin sebagai anggota dewan komisaris. Namun, Untung menegaskan bahwa pernyataan kontroversial tersebut murni merupakan pandangan pribadi Ainul Yakin dan sama sekali tidak mencerminkan sikap atau kebijakan resmi perusahaan TransJakarta.

TransJakarta menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai etika dan kebhinnekaan sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta.

3. Klarifikasi Internal dari Dewan Komisaris TransJakarta

Merespons pernyataan yang menimbulkan kontroversi ini, Untung Budiharto menyatakan bahwa Dewan Komisaris bersama Direksi akan segera melakukan klarifikasi internal. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh jajaran manajemen tetap mematuhi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) dan menjaga marwah kelembagaan. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan pencopotan jabatan Ainul Yakin.

4. Profil dan Latar Belakang Muhammad Ainul Yakin

Muhammad Ainul Yakin adalah seorang tokoh dengan latar belakang pendidikan tinggi di bidang keagamaan. Ia berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Institut PTIQ Jakarta pada tahun 2024.

Selain aktif memimpin GP Ansor DKI Jakarta, ia juga sedang menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Agama Republik Indonesia untuk periode 2024–2029. Pada Pemilu 2024, Yakin sempat mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan DKI Jakarta 2.

5. Pengangkatan sebagai Komisaris TransJakarta

Ainul Yakin Simatupang baru saja diangkat sebagai salah satu Komisaris PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada awal Agustus 2025. Ia bergabung dengan komisaris lain, yaitu Johan Budi Sapto Prabowo dan Zudan Arif Fakrulloh, untuk menggantikan pejabat sebelumnya. Pengangkatan ini disambut baik dan mendapat dukungan dari organisasi Ansor Jakarta.

6. Desakan Mundur dari PBNU dan Tuntutan Permintaan Maaf

Akibat orasi kontroversialnya, tokoh NU Ahmad Sahal mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memecat Muhammad Ainul Yakin dari keanggotaan di GP Ansor dan NU. Selain itu, berbagai pihak juga mendesak Ainul Yakin untuk segera meminta maaf secara publik atas pernyataannya yang dinilai tidak pantas dan dapat memecah belah.

Sumber artikel asli: 6 Fakta Komisaris TJ dan Ketua GP Ansor Jakarta Ancam 'Gorok Leher' Karyawan Trans7 - Suara.com

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar