Purbaya Sindir Daerah yang Menabung APBD: Dana Publik Harusnya untuk Memakmurkan Rakyat, Bukan Disimpan!

- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:25 WIB
Purbaya Sindir Daerah yang Menabung APBD: Dana Publik Harusnya untuk Memakmurkan Rakyat, Bukan Disimpan!

Purbaya Sindir Daerah yang 'Menabung' APBD: Dana Harusnya untuk Memakmurkan Masyarakat

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan kritik pedas terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum optimal dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam rapat koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Purbaya menegaskan bahwa fungsi APBD adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk disimpan atau menjadi tabungan pemerintah daerah.

APBD Bukan untuk Ditabung, Tapi untuk Dihabiskan

Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak seharusnya memperlakukan APBD layaknya rekening tabungan. Ia menekankan bahwa dana daerah harus dihabiskan untuk program-program yang produktif dan langsung menyentuh masyarakat. "Harus dihabisin. Kalau kayak Bojonegoro ada Rp3 triliun nggak dipakai, ya makmurkan penduduk di situ," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat agar dana daerah dialirkan untuk stimulasi ekonomi lokal.

Mendorong Pemerataan Ekonomi di Luar Jawa

Isu Jawa-sentris juga menjadi perhatian serius dalam rapat tersebut. Purbaya mengungkapkan data bahwa kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB nasional masih sangat dominan, yaitu 56,9 persen. "Ini Pak Tito yang mesti kita ubah, ini kan Jawa sentris. Coba digeser bertahun-tahun tapi nggak bisa," katanya. Ia mendorong strategi baru untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat di luar Jawa dengan memaksimalkan potensi dan industri lokal masing-masing daerah.

Daerah Diminta Diversifikasi Ekonomi

Purbaya juga memberikan tantangan kepada daerah-daerah yang selama ini bergantung pada sektor komoditas tunggal, seperti pertanian dan perdagangan, untuk melakukan diversifikasi ekonomi. Daerah seperti Sumatera dan Kalimantan didorong untuk berinvestasi lebih besar pada sektor pengolahan dan industri berkelanjutan. "Kalau komoditasnya habis, Anda harus punya sumber pendapatan baru," pesannya. Hal ini penting untuk menciptakan ketahanan ekonomi daerah jangka panjang.

Ekonomi Nasional Stabil, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Tantangan

Secara keseluruhan, kinerja ekonomi Indonesia pada 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan di kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen dan inflasi yang terkendali di 2,65 persen. Namun, ketimpangan pembangunan antarwilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Optimalisasi belanja APBD yang produktif untuk infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat diyakini dapat menjadi kunci pemerataan ekonomi nasional.

Sumber: https://www.hukamanews.com/nasional/46016114324/purbaya-sindir-daerah-yang-menabung-apbd-harusnya-buat-masyarakat-makmur-bukan-disimpan?page=3

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar