Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menyoroti tantangan dalam mengusut dugaan pemufakatan jahat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Menurutnya, untuk mengungkap indikasi ini, aparat penegak hukum perlu memeriksa pihak dari China. Namun, penyelidikan akan menemui jalan buntu jika China tidak memberikan izin atau kerjasama.
Yudi menegaskan, "Kalau kita langsung asumsi di sini ada pemufakatan jahat, makanya salah satu yang diperiksa adalah pihak dari China. Kalau misalnya China tidak berkenan agak sulit, enggak bisa diusut," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews.
Strategi Penyidikan: Mulai dari Hilir
Alih-alih langsung menyasar tahap perencanaan yang kompleks dan melibatkan lintas negara, Yudi menyarankan penyelidikan dugaan korupsi kereta cepat Whoosh dimulai dari bagian hilir proyek. Pendekatan ini dianggap lebih strategis untuk mengumpulkan bukti awal.
"Makanya tekniknya bagi saya sekarang kita jangan penggal kepala naga dulu dari perencanaan," tuturnya.
Poin Krusial untuk Diselidiki
Yudi mengidentifikasi beberapa titik krusial yang dapat menjadi pintu masuk penyelidikan, di antaranya:
- Proses Pengadaan Lahan: Aparat perlu memastikan pembayaran ganti rugi lahan sesuai dengan nilai dan peruntukan yang sebenarnya.
- Pengadaan Material dan Peralatan: Perlu audit mendalam terhadap material seperti rel, sistem kelistrikan, dan spesifikasi stasiun untuk memastikan kesesuaiannya dengan kontrak kerja.
Landasan Hukum dan Tantangan
Dugaan kerugian negara dalam proyek Whoosh dapat diusut dengan berlandaskan pada Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Yudi menjelaskan bahwa penegak hukum harus mengumpulkan bukti-bukti perbuatan melawan hukum.
Meski pihak terkait mungkin bersembunyi di balik business judgment rule (BJR) atau alasan risiko bisnis, Yudi mengingatkan bahwa besarnya kerugian yang ditimbulkan mengharuskan adanya penyelidikan yang menyeluruh. "Tetapi ingat ya bahwa ternyata ya, kerugian itu sangat luar biasa ya. Nah ini yang harus dibongkar oleh mereka," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen
Presiden Prabowo Usulkan WFH untuk Antisipasi Ancaman Kelangkaan BBM