Viral di media sosial, sebuah video perundungan brutal terhadap siswi SMP di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memicu gelombang kemarahan publik. Korban yang berinisial C, seorang siswi kelas IX, menjadi sasaran penganiayaan fisik dan verbal oleh adik kelasnya, H (siswi kelas VIII), serta diejek oleh sejumlah teman lainnya.
Dalam video berdurasi 3 menit yang beredar luas itu, terlihat dengan jelas korban dipukul dan ditendang hingga tersungkur. Yang lebih memprihatinkan, aksi kekerasan ini justru disaksikan oleh siswa lain yang hanya berdiam, tertawa, mengejek, dan bahkan turut merekam kejadian tersebut tanpa memberikan pertolongan.
Merespons viralnya video tersebut, kepolisian segera mengambil tindakan. Polsek Karang Jaya bersama Unit PPA Polres Muratara melakukan langkah mediasi di SMPN Karang Jaya. Pertemuan yang digelar pada Kamis (16/10/2025) ini dihadiri oleh Kapolsek Karang Jaya Iptu Aria Kristianto, Kanit PPA, Camat Karang Jaya, perwakilan Dinas Pendidikan Muratara, kepala sekolah, serta orang tua korban.
Dalam mediasi tersebut, keluarga korban secara tegas menolak penyelesaian secara damai. Mereka memilih untuk menempuh jalur hukum agar pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal. "Kami sudah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban. Proses hukum akan kami jalankan sesuai prosedur dengan pendampingan Unit PPA," tegas Iptu Aria Kristianto pada Rabu (22/10/2025).
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait untuk memastikan kondisi psikologis korban mendapatkan perhatian dan pendampingan yang profesional. Kasus ini bahkan mendapat perhatian langsung dari Polda Sumatera Selatan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh proses penyidikan.
“Kami akan memastikan penanganan kasus berjalan profesional sesuai aturan, dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” kata Kombes Nandang. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran video atau foto korban guna mencegah memburuknya trauma psikologis yang dialami.
Artikel Terkait
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi