Desak Aqua Ganti Logo! Protes Dedi Mulyadi Buka Mata Soal Ketersediaan Air Bersih

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:25 WIB
Desak Aqua Ganti Logo! Protes Dedi Mulyadi Buka Mata Soal Ketersediaan Air Bersih

Klarifikasi resmi dari Aqua mengenai sumber airnya yang ternyata berasal dari air tanah dalam, bukan mata air pegunungan langsung, tampaknya belum sepenuhnya meredakan reaksi publik. Alih-alih puas, masyarakat justru mengusulkan perubahan pada identitas merek yang paling ikonik: logo gunung pada kemasannya.

Desakan untuk mengganti logo kemasan Aqua ini viral setelah sebuah unggahan lawas di TikTok yang membandingkan iklan dan produk botol Aqua kembali diperbincangkan. Dalam unggahan tersebut, tertulis klaim, "Tidak semua air itu Aqua. Cuman Aqua yang 100 persen murni air mineral pegunungan dan terasa dingin alami tanpa perlu didinginkan." Publik menilai klaim "air mineral pegunungan" yang diperkuat visual gunung itu kini tidak lagi sesuai dengan fakta yang terungkap.

Logo baru Aqua yang disarankan netizen (TikTok/@sehataqua)

Di kolom komentar, netizen dengan blak-blakan memberikan saran perubahan. "Tolong nanti kemasan Aqua jangan gambar gunung, tapi gambar sumur bor," tulis salah satu akun. "Ganti aja capnya," tambah akun lainnya.

Banyak warganet bahkan secara kreatif memberikan referensi desain logo pengganti. Mereka mengusulkan gambar gunung diganti dengan ilustrasi sumur. Sementara itu, slogan "100 persen murni air mineral pegunungan" diusulkan untuk diubah menjadi "sumber alami bawah tanah" atau "sumur alami pegunungan" agar lebih akurat.

Isu sumber air Aqua ini mencuat setelah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik Aqua. Dalam kunjungannya, ia mengaku terkejut mengetahui bahwa sumber air yang digunakan bukan berasal dari mata air permukaan gunung, melainkan dari air tanah yang diambil melalui proses pengeboran.

Sumber: https://www.suara.com/news/2025/10/23/165203/imbas-konten-dedi-mulyadi-aqua-didesak-ganti-logo-gunung-jadi-sumur

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar