Kebakaran Bukittinggi Hanguskan 10 Rumah di Dekat Kantor Pajak, 6 Orang Pingsan
Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Jalan Tedja Sukmana, Kelurahan Birugo, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat pada Selasa (28/10/2025) siang. Insiden kebakaran di Bukittinggi ini menghanguskan 10 unit rumah warga yang berlokasi tak jauh dari Kantor Pajak Pratama Bukittinggi.
Kejadian kebakaran permukiman padat di Bukittinggi ini menyebabkan kepanikan warga saat melihat asap hitam pekat membubung tinggi dan dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain. Meski tak ada korban jiwa, sebanyak 6 orang dilaporkan pingsan akibat syok dan menghirup asap tebal dari kebakaran perumahan ini.
Penyebaran Api yang Cepat di Pemukiman Padat
Api dilaporkan dengan cepat melahap enam rumah kontrakan milik Nora dan satu rumah permanen di sebelahnya. Tiga rumah lainnya sempat tersambar api, namun berhasil diselamatkan oleh upaya bersama warga dan petugas pemadam kebakaran sebelum seluruh bangunan habis terbakar.
Kapolsek Kota Bukittinggi AKP Mazwanda mengonfirmasi bahwa sedikitnya 10 kepala keluarga (KK) menjadi korban dalam musibah kebakaran rumah di kawasan Tarok Dipo ini. "Dugaan sementara, api berasal dari rumah kontrakan yang ditinggal penghuninya berdagang di pasar. Kombinasi cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat menyebar," jelas AKP Mazwanda.
Proses Pemadaman yang Menantang
Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian, terdiri dari armada Damkar Kota Bukittinggi dan bantuan dari Kabupaten Agam. Proses pemadaman api menghadapi kendala signifikan karena petugas harus beroperasi di gang-gang sempit kawasan permukiman padat penduduk.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bukittinggi Efriadi Sikumbang menyatakan, "Api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian setelah petugas berjibaku di gang-gang sempit pemukiman."
Kerugian Material Mencapai Ratusan Juta
Petugas memperkirakan total kerugian material mencapai lebih dari Rp500 juta akibat kebakaran di Bukittinggi ini. Sebagian besar barang berharga dan perabot rumah tangga milik warga tidak sempat diselamatkan karena kecepatan penyebaran api.
"Kondisi rumah yang terbakar cukup rapat satu sama lain menyebabkan api dengan mudah menjalar dari satu rumah ke rumah berikutnya," tambah Efriadi menjelaskan mengapa kebakaran di kawasan permukiman padat ini begitu cepat meluas.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Bekasi Timur Tewaskan 15 Orang, Anggota DPR Desak Dirut KAI Mundur
Penyintas Kecelakaan Maut di Bekasi Timur Ceritakan Detik-Detik Sebelum Hantaman KA Argo Bromo Anggrek
Kecelakaan Beruntun di Bekasi: Mobil Taksi Macet di Rel Picu Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek
Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Independen bank bjb, Ayi Subarna Ditunjuk sebagai Direktur Utama