Kongres III Projo 2025: Penentu Arah Politik dan Masa Depan Organisasi
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengumumkan bahwa masa depan organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo ini akan ditentukan dalam Kongres III Projo yang dijadwalkan berlangsung pada 1-2 November 2025.
Keputusan Strategis di Tangan Pengurus Daerah
Budi menegaskan bahwa keputusan penting mengenai transformasi Projo menjadi partai politik akan sepenuhnya diserahkan kepada para pengurus daerah. "Saya pokoknya terserah kepada teman-teman semua, teman-teman daerah ya," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).
Kongres Sebagai Forum Tertinggi Penentu Kebijakan
Menurut Budi, kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang keputusannya mengikat. Semua langkah strategis organisasi ke depan akan didasarkan pada hasil musyawarah nasional tersebut. "Karena sekali lagi, keputusan kongres itu keputusan tertinggi organisasi," tegasnya.
Menanti Dinamika Kongres November 2025
Publik diminta menunggu hasil dinamika kongres yang akan digelar dalam waktu dekat. Budi menyatakan, "Kita tunggu saja dinamikanya. Kalau dijawab sekarang kurang seru dong, ya. Tunggu saja nanti Jumat, Sabtu kan udah kelihatan tuh, suara-suara dari daerah seperti apa."
Pembahasan Kemungkinan Bergabung dengan PSI
Mengenai wacana sejumlah relawan Projo yang mungkin bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Budi menyebut hal ini juga akan menjadi bagian dari pembahasan dalam kongres. Sikap politik resmi Projo baru akan diputuskan setelah forum tertinggi organisasi tersebut.
Komitmen Dukungan pada Pemerintahan Prabowo-Gibran
Budi memastikan bahwa Projo tetap berada di barisan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pemerintahan yang telah dirancang dan diperjuangkan sejak awal melalui mekanisme Musyawarah Rakyat (Musra).
Dengan waktu pemilu yang masih empat tahun lagi, Projo memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis mengenai masa depan organisasi, menunggu proses demokratis melalui kongres mendatang.
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial