Trump Bantah Rencana Serangan Militer AS ke Venezuela
Presiden Donald Trump secara tegas membantah laporan media yang menyebut Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menyerang Venezuela. Penyangkalan ini disampaikan langsung oleh Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.
Ketika ditanya mengenai kebenaran laporan tersebut, Trump menjawab singkat, "Tidak." Namun, tidak jelas apakah pernyataan ini berlaku untuk masa depan atau karena belum ada keputusan final yang dibuat pada saat ini.
Pernyataan Sebelumnya tentang Serangan ke Venezuela
Bantahan Trump ini bertolak belakang dengan pernyataannya pekan lalu yang mengindikasikan kemungkinan serangan ke Venezuela. Trump sebelumnya menyatakan bahwa AS berencana membersihkan geng-geng narkoba di negara Amerika Latin tersebut.
"Daratan (Venezuela) akan menjadi target berikutnya," ujar Trump pekan lalu, mengacu pada rencana operasi militer setelah serangan terhadap kapal-kapal Venezuela yang diduga membawa narkoba.
Operasi Militer AS di Wilayah Venezuela
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah melancarkan operasi militer di Laut Karibia dan Pasifik Timur yang menargetkan kapal-kapal pengedar narkoba. Operasi ini telah menenggelamkan setidaknya 14 kapal dan menewaskan 61 orang.
Selain operasi laut, Trump juga dilaporkan telah mengizinkan CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela. Kehadiran militer AS di Karibia juga semakin ditingkatkan dengan penempatan jet tempur, kapal perang, dan ribuan pasukan.
Dalam beberapa pekan mendatang, kekuatan militer AS di kawasan ini akan semakin diperkuat dengan kedatangan gugus tugas tempur kapal induk USS Gerald R Ford.
Artikel Terkait
Iran Ancam Balas Serangan Udara Israel di Beirut, Tewaskan Tiga Orang
Kejagung Buka Peluang Jerat TPPU untuk Bongkar Aliran Dana Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Megawati Resmikan Wajah Baru Istana Gebang Blitar Usai Renovasi Rp4,1 Miliar
Jaksa Agung Keluhkan Minimnya Anggaran Perawatan Aset Sitaan, Kemenkeu Janji Siapkan Dana