Gempa M 5,1 Guncang Sarmi Papua: BMKG Konfirmasi Tidak Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 01 November 2025 | 05:45 WIB
Gempa M 5,1 Guncang Sarmi Papua: BMKG Konfirmasi Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,1 Guncang Sarmi Papua - BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,1 Guncang Sarmi Papua, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

JAKARTA - Wilayah Pantai Timur Laut Sarmi, Papua, diguncang gempa bumi pada Sabtu, 1 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,1 dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pukul 11.32 WIB dengan episenter terletak di koordinat 1,85° Lintang Selatan dan 139,42° Bujur Timur. Pusat gempa berada sekitar 74 kilometer timur laut Sarmi, Papua, pada kedalaman 15 kilometer.

Penyebab dan Mekanisme Gempa Sarmi

Menurut analisis BMKG, gempa Sarmi ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas penyesaran atau sesar di dasar laut. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa mekanisme pergerakannya adalah geser (strike-slip).

Dampak dan Guncangan Gempa

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) BMKG, gempa ini dirasakan di wilayah Sarmi dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Skala ini berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah sehingga benda-benda ringan dapat bergoyang.

Hingga laporan ini dibuat, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga menyatakan bahwa hingga pukul 11.51 WIB, belum terdeteksi gempa susulan (aftershock).

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG melalui Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Masyarakat diharapkan:

  • Tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi atau bersumber dari hoaks.
  • Memeriksa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.
  • Hanya kembali masuk ke dalam rumah setelah memastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan.

BMKG terus memantau perkembangan terkini dan informasi resmi dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG yang sah.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar