PARADAPOS.COM - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dinyatakan aman dan lancar oleh pihak berwenang. Menjelang periode mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, otoritas setempat mengimbau warga untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying guna mencegah antrean panjang dan gangguan distribusi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Jaminan Kelancaran Distribusi dari Pengelola SPBU
Kepastian mengenai keamanan stok BBM di wilayah Karimun disampaikan langsung oleh pengelola salah satu SPBU utama. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran yang mungkin beredar di tengah masyarakat.
Direktur Utama PT. Ology Karimun Bumi Sukses selaku pengelola SPBU Poros, Muhammad Nasrullah, menegaskan, "Kami tegaskan distribusi BBM untuk wilayah Karimun masih aman dan lancar."
Antisipasi Polisi dengan Patroli dan Pengaturan
Guna mengamankan situasi dan memastikan kelancaran, Kepolisian Resor (Polres) Karimun telah mengambil langkah proaktif. Personel Samapta dikerahkan ke sejumlah titik SPBU yang ramai, seperti SPBU Poros, Coastal Area, dan Sungai Pasir, untuk melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani menjelaskan tujuan operasi ini, "Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pembelian BBM secara berulang serta mencegah terjadinya antrean panjang di SPBU."
Dalam patrolinya, personel polisi juga secara langsung memberikan imbauan kepada pengunjung SPBU untuk tetap tertib dan tenang. Mereka mengingatkan bahwa pembelian BBM secara berlebihan justru dapat menciptakan masalah yang sebelumnya tidak ada.
Imbauan untuk Masyarakat: Tenang dan Tidak Terpancing Isu
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah secara khusus meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama terkait kelangkaan BBM. Ditegaskan bahwa stok bahan bakar masih dalam kondisi yang mencukupi untuk kebutuhan, termasuk dalam menyambut hari raya.
Kapolres Yunita Stevani kembali mengingatkan, "Jangan membeli BBM berlebihan karena justru dapat mengganggu kelancaran distribusi BBM kepada masyarakat lainnya."
Imbauan ini ditekankan sebagai bentuk kepedulian bersama. Dengan tidak menimbun BBM, setiap warga dapat berkontribusi menjaga ketersediaan dan akses yang merata bagi semua pengendara yang membutuhkan, sehingga situasi tetap kondusif hingga pasca-Lebaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Pengelolaan Sampah Naik Drastis Jadi 53% pada 2026
Pemerintah Evakuasi 22 WNI dari Wilayah Konflik, Janji Perlindungan Berlanjut
Indonesia Luncurkan I-Bio Fund untuk Dukung Pendanaan Keanekaragaman Hayati
Kaharingan Bertahan di Tengah Dilema Pengakuan Negara dan Perpecahan Keluarga