10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong Boom AI

- Minggu, 02 November 2025 | 23:25 WIB
10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong Boom AI

Harta 10 Orang Terkaya di Dunia Tembus Rp8.700 Triliun di 2025, Didorong AI

Kekayaan sepuluh orang terkaya di dunia melonjak fantastis sebesar USD523 miliar atau setara Rp8.700 triliun sepanjang tahun 2025. Lonjakan ini didorong oleh meroketnya tren kecerdasan buatan (AI) di pasar global.

Larry Ellison Raih Kenaikan Terbesar

Pendiri Oracle, Larry Ellison, mencatatkan kenaikan kekayaan terbesar tahun ini. Kekayaannya bertambah USD150 miliar, membuat total hartanya mencapai USD343 miliar.

Deretan Nama di Balik Lonjakan Kekayaan

Pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, juga menikmati manfaat dari boom AI. Masing-masing kekayaan mereka naik lebih dari USD60 miliar sejak awal 2025.

Tak ketinggalan, CEO Meta Mark Zuckerberg dan CEO Nvidia Jensen Huang menambahkan lebih dari USD50 miliar ke dalam pundi-pundi kekayaan mereka. Pelopor PC Michael Dell, mantan CEO Microsoft Steve Ballmer, dan CEO Tesla Elon Musk masing-masing mencatat kenaikan lebih dari USD30 miliar.

CEO LVMH Bernard Arnault dan pendiri Amazon Jeff Bezos melengkapi daftar ini dengan kenaikan masing-masing sebesar USD19 miliar dan USD11 miliar.

Kekayaan Kolektif Lampaui Valuasi Amazon

Secara kolektif, kekayaan sepuluh orang terkaya ini kini bernilai hampir USD2,5 triliun. Angka ini bahkan melampaui valuasi raksasa teknologi seperti Amazon.

Keterkaitan Erat dengan Saham AI

Fakta menariknya, sembilan dari sepuluh orang terkaya ini, kecuali Bernard Arnault, adalah pemegang saham utama di perusahaan-perusahaan AI terbesar dunia. Kenaikan harga saham perusahaan teknologi dan AI inilah yang secara langsung mendongkrak nilai aset dan kekayaan bersih mereka.

Dengan pertumbuhan yang begitu pesat, para pengamat pasar masih terbelah. Sebagian memandang tren AI sebagai gelembung yang suatu saat akan pecah, sementara yang lain yakin ini adalah awal dari sebuah revolusi teknologi yang sesungguhnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler