174 Kasus Suspek Flu Singapura di Bandung Barat, Dinkes Terkendala Alat Uji

- Jumat, 19 Juni 2026 | 20:50 WIB
174 Kasus Suspek Flu Singapura di Bandung Barat, Dinkes Terkendala Alat Uji
PARADAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mencatat sebanyak 174 kasus suspek Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) berdasarkan laporan dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Hingga saat ini, seluruh kasus tersebut masih berstatus suspek dan belum ada satu pun yang terkonfirmasi positif. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bandung Barat, Enung Masruroh, mengungkapkan bahwa keterbatasan alat laboratorium menjadi kendala utama dalam melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Belum Ada Konfirmasi Positif HFMD

Enung menegaskan bahwa data yang dihimpun masih bersifat sementara. Ia menyebutkan, meskipun angka suspek mencapai 174, pihaknya belum menerima laporan kasus yang terkonfirmasi positif Flu Singapura. "Berdasarkan laporan sudah tercatat ada sebanyak 174 kasus suspek. Tapi sampai saat ini belum ada laporan kasus yang terkonfirmasi positif Flu Singapura," kata Enung, Jumat, 19 Juni 2026. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk memastikan seseorang benar-benar terinfeksi HFMD, diperlukan pemeriksaan laboratorium yang memadai. Sayangnya, alat yang tersedia belum mencukupi untuk melakukan pengujian tersebut. "Untuk memastikan seseorang positif HFMD diperlukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Namun, pemeriksaan itu belum dilakukan karena terkendala alat," ujarnya.

Gejala dan Cara Penularan

Meski belum ada konfirmasi, Enung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengenali gejala awal HFMD. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini umumnya ditandai dengan munculnya bercak merah di tangan dan kaki, disertai sariawan di area mulut. "Gejalanya ada bercak-bercak merah di tangan dan kaki serta sariawan di mulut," ucapnya. Ia menjelaskan, penularan HFMD dapat terjadi melalui empat jalur utama yang dikenal dengan istilah 4F, yaitu Feces (feses), Fluid (cairan tubuh), Fomite (benda yang terkontaminasi), dan Food (makanan). Oleh karena itu, kebersihan diri dan lingkungan menjadi faktor krusial dalam pencegahan.

Risiko Komplikasi dan Imbauan Pencegahan

Enung menambahkan, pada umumnya HFMD dapat sembuh dengan sendirinya jika penderita memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi berupa dehidrasi. Kondisi ini rentan terjadi, terutama jika sariawan yang dialami cukup parah sehingga mengganggu kemampuan makan dan minum. Dinkes Bandung Barat pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi. Istirahat yang cukup juga ditekankan sebagai langkah sederhana namun efektif guna mencegah penularan penyakit tersebut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar