PARADAPOS.COM - Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Cabang Pacitan merayakan hari jadinya yang ke-18 dengan menggelar parade "Ngonthel Bareng" di jalan-jalan kota, Sabtu (7 Februari 2026). Acara yang sekaligus memperingati Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan ini menarik perhatian warga dengan iring-iringan pesepeda yang mengenakan pakaian adat Jawa dan busana bernuansa perjuangan.
Semangat di Atas Roda Usang
Rute sepanjang sekitar lima kilometer itu diwarnai oleh antusiasme peserta dan sambutan hangat masyarakat. Meski mayoritas anggotanya telah berusia lanjut, semangat mereka tak kalah dengan pesepeda muda. Gandung Mujiono, Ketua Kosti Pacitan, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar hobi. Menurutnya, sepeda tua adalah simbol ketahanan dan warisan budaya yang perlu dijaga.
"Selain sebagai sarana pelestari budaya dan mengenang perjuangan bangsa, keberadaan kosti ini juga sebagai sarana untuk berolahraga murah," ungkap Gandung. "Kita membawa misi untuk Pacitan lebih baik, selain itu juga bersepeda bisa membuat jiwa dan pikiran sehat."
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Dukungan terhadap kegiatan komunitas ini juga datang dari Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif para anggota Kosti dalam melestarikan budaya, khususnya Budaya Jawa, melalui aktivitas yang mereka lakukan.
"Terimakasih, komunitas pecinta sepeda tua Pacitan, kendati mereka sudah tidak muda lagi namun semangat membangun daerah dengan hal-hal kecil yang mereka lakukan adalah langkah besar," jelas Gagarin. "Mereka adalah penggerak bagaimana mencintai budaya sekaligus meneruskan perjuangan pendahulu."
Lebih dari Sekadar Komunitas Hobi
Dengan anggota yang kini mencapai lebih dari 200 orang dan terbagi dalam beberapa kelompok seperti pop, datuk parimba, dan gemas, Kosti Pacitan telah berkembang menjadi wadah sosial yang penting. Gandung Mujiono menegaskan komitmen komunitasnya untuk terus terlibat dalam kegiatan positif yang membangun semangat kebersamaan.
Ia menambahkan, Kosti Pacitan akan terus melakukan giat positif dalam setiap momen di Pacitan. "Menyuarakan kepada warga masyarakat untuk terus membangun dan mencintai bumi. Mengayuh sepeda, mengayuh kebersamaan dan persatuan, membawa Kabupaten Pacitan menjadi daerah yang tentram dan nyaman," tuturnya.
Melalui setiap kayuhan di atas sepeda tua yang dirawat dengan baik, komunitas ini tidak hanya menjaga kenangan masa lalu, tetapi juga aktif mengayuh menuju masa depan daerah yang lebih baik, sambil menjaga kesehatan jasmani dan rohani anggotanya.
Artikel Terkait
Lenovo Luncurkan ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS, Harga Mulai Rp18 Juta
Real Madrid Incar Vitinha PSG sebagai Prioritas Transfer Musim Panas
BSI Catat Kinerja Kuat 2025, Pembiayaan Tumbuh 14,49% Didorong Strategi Dual Engine
Babak Pertama Liverpool vs Manchester City Berakhir 0-0, City Lebih Dominan