PARADAPOS.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan inspeksi mendadak untuk mengevaluasi kesiapan operasional prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Perbatasan (TP) 875/Sangga Yudha Perkasa di Doro Mboha, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kunjungan kerja pada Sabtu (7/2) itu difokuskan pada pemeriksaan kondisi fasilitas dan pemberian motivasi langsung kepada para personel di lapangan.
Inspeksi Fasilitas dan Interaksi Langsung dengan Prajurit
Dalam kunjungannya, Sjafrie tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung memeriksa berbagai aspek penunjang kehidupan prajurit. Ia meninjau fasilitas latihan, akomodasi tempat tidur, hingga dapur umum. Di sela-sela inspeksi tersebut, mantan Pangdam Jaya ini juga menyempatkan diri untuk berbincang dan menyapa para prajurit yang bertugas di markas, menanyakan kondisi dan kendala yang mereka hadapi sehari-hari.
Pesan Menhan: TNI adalah Tentara Rakyat
Dalam kesempatan itu, Sjafrie menyampaikan pesan khusus tentang esensi pengabdian Tentara Nasional Indonesia. Di hadapan para prajurit, ia menegaskan kembali filosofi dasar korps.
"Saya menegaskan bahwa prajurit TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat dan mengabdi sepenuhnya demi keutuhan NKRI," ucapnya tegas.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan penekanan pada identitas dan tanggung jawab utama setiap anggota TNI di mana pun mereka ditugaskan.
Peran Strategis di Daerah Perbatasan
Lebih lanjut, Menhan memberikan perspektif tentang peran ganda satuan teritorial di daerah. Ia menilai kehadiran Yonif TP tidak semata untuk menjaga pertahanan negara secara konvensional. Satuan-satuan ini, menurutnya, juga memiliki peran krusial dalam membangun ketahanan wilayah melalui program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur, yang pada gilirannya memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, tuntutan profesionalitas menjadi sangat tinggi. Untuk memenuhi peran multidimensi itu, Sjafrie berharap para prajurit terus memperkuat diri melalui latihan yang disiplin, pembinaan kesehatan yang rutin, dan peningkatan pendidikan. Hal ini dianggap sebagai langkah fundamental untuk memastikan setiap personel memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugasnya yang kompleks.
Meningkatkan Semangat dan Kesiapan
Kunjungan lapangan seperti ini, di luar aspek pemeriksaan administratif, memiliki nilai strategis tersendiri. Kehadiran pimpinan di markas terdepan diyakini dapat memberikan dorongan moral yang signifikan. Sjafrie berharap interaksi langsung dan motivasi yang diberikan dapat menyulut semangat juang yang lebih tinggi di kalangan prajurit, sehingga mereka semakin solid dan bersemangat dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Artikel Terkait
Remaja Brebes Tewas Tenggelam di Sungai Maiyah
Lenovo Luncurkan ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS, Harga Mulai Rp18 Juta
Real Madrid Incar Vitinha PSG sebagai Prioritas Transfer Musim Panas
BSI Catat Kinerja Kuat 2025, Pembiayaan Tumbuh 14,49% Didorong Strategi Dual Engine