PT Jakpro Proyeksikan Penumpang LRT Jakarta Melonjak Hingga 80.000 per Hari Setelah Rute ke Manggarai Beroperasi

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 23:50 WIB
PT Jakpro Proyeksikan Penumpang LRT Jakarta Melonjak Hingga 80.000 per Hari Setelah Rute ke Manggarai Beroperasi

PARADAPOS.COM - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah penumpang LRT Jakarta menyusul pengoperasian fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Optimisme ini disampaikan oleh jajaran direksi perusahaan, yang melihat rute baru sepanjang 6,4 kilometer itu sebagai solusi mobilitas yang lebih terintegrasi menuju jantung ibu kota.

Proyeksi Kenaikan Penumpang Hingga 80.000 per Hari

Dibandingkan dengan fase 1A yang saat ini melayani sekitar 3.500 hingga 4.000 penumpang setiap harinya, ekstensi jalur ke Manggarai diprediksi akan menjadi game changer. Perpanjangan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi massal.

Project Director LRT Jakarta PT Jakpro, Ramdani Akbar, mengungkapkan proyeksi optimistis tersebut. "Secara proyeksi dengan adanya penambahan rute ini, walaupun ini masih proyeksi, jadi nanti akan ada penaikan penumpang sampai 80.000 per hari secara bertahap. Saat ini LRT Jakarta fase 1A mengangkut sekitar 3.500 sampai 4.000 penumpang per hari," tuturnya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Mengatasi Keterbatasan Rute Awal

Optimisme itu muncul setelah menimbang keterbatasan operasional pada fase awal. Rute fase 1A yang hanya sepanjang 5,8 kilometer dari Pegangsaan Dua ke Velodrome dinilai belum optimal untuk mendorong peralihan massal dari kendaraan pribadi. Keterbatasan rute menyebabkan mobilitas penumpang yang hendak ke pusat kota masih terhambat oleh kebutuhan untuk berpindah moda transportasi.

Ramdani mengakui kondisi tersebut. "Harapannya dengan adanya perpanjangan ini, layanan LRT juga semakin meningkat, sehingga banyak masyarakat yang berminat untuk berpindah dari moda transportasi pribadi ke LRT ini," jelasnya.

Memangkas Waktu Tempuh dan Meningkatkan Integrasi

Kehadiran fase 1B bukan sekadar menambah panjang rel, tetapi terutama untuk menyelesaikan puzzle integrasi transportasi. Dengan titik akhir di Manggarai—sebuah hub transportasi besar yang terhubung dengan KRL Commuter Line—diharapkan waktu tempuh dan kenyamanan perjalanan akan jauh lebih baik.

Perpanjangan jalur ini secara efektif akan memangkas kebutuhan transit yang kerap dikeluhkan penumpang. Total panjang jalur operasional LRT Jakarta pun akan bertambah menjadi 12,2 kilometer, menawarkan alternatif yang lebih efisien.

"Harapannya, mobilitas di Jakarta ini lebih bebas hambatan dan masyarakat bisa lebih tepat waktu menuju pusat kota," tambah Ramdani menegaskan.

Target Operasional Penuh Agustus 2026

Untuk mewujudkan harapan tersebut, pengerjaan proyek fase 1B kini terus dikebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui PT Jakpro, menargetkan seluruh infrastruktur pada rute Velodrome-Manggarai dapat dioperasikan secara penuh pada Agustus 2026 mendatang. Jika target ini tercapai, LRT Jakarta diyakini akan mulai menunjukkan peran strategisnya dalam mereduksi kemacetan dan menawarkan pilihan mobilitas yang lebih andal bagi warga.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar