PARADAPOS.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat pada tahun buku 2025, dengan kenaikan laba bersih dan pembiayaan yang signifikan. Rapat publik yang digelar di Jakarta, Jumat (6/2/2026), mengungkap bagaimana strategi dual engine bank syariah dan bank emas, serta fokus pada segmen pro-rakyat, menjadi pengungkit utama pencapaian ini di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Strategi Dual Engine Jadi Penggerak Utama
Dalam paparan kinerjanya, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa optimalisasi dua lisensi utama—sebagai bank syariah dan sebagai bullion bank—menjadi fondasi pertumbuhan. Kombinasi kedua lini bisnis ini menciptakan sinergi yang memperkuat fondasi perusahaan.
"Sejak tahun lalu kita punya dua engine. Satu sebagai bank syariah, yang kedua sebagai bullion bank. Dan ini kita combine dua engine ini untuk pertumbuhan yang lebih kuat," tuturnya.
Strategi tersebut membuahkan hasil yang nyata. Dalam waktu kurang dari setahun sejak diresmikan, ekosistem emas BSI yang mencakup bullion, cicil emas, dan gadai emas telah berhasil menjangkau lebih dari 1 juta nasabah. Pencapaian ini menunjukkan adopsi pasar yang cepat terhadap layanan berbasis syariah yang inovatif.
Intermediasi dan Fokus pada Segmen Pro-Rakyat
Dari sisi penyaluran dana, BSI menunjukkan peran intermediasi yang solid. Hingga Desember 2025, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% secara tahunan. Yang patut dicatat, mayoritas atau 90% dari portofolio pembiayaan tersebut dialokasikan untuk segmen pro-rakyat.
Segmen ini secara khusus menyasar UMKM, pembiayaan konsumer, serta sektor komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk juga untuk kalangan ASN dan BUMN. Pendekatan ini tidak hanya berdampak bisnis, tetapi juga selaras dengan misi keuangan inklusif.
Untuk memperdalam penetrasi, BSI mengembangkan Islamic Ecosystem dengan menjalin kemitraan strategis bersama organisasi keagamaan terbesar. Kolaborasi ini difokuskan untuk menjangkau sektor-sektor seperti rumah sakit dan sekolah, sekaligus mengoptimalkan produk tabungan haji.
Dukungan pada Program Pemerintah
Sebagai bagian dari holding BUMN Danantara, BSI turut serta mendukung sejumlah program strategis pemerintah di tahun 2025. Kontribusi nyata bank ini antara lain terlihat dari penyaluran Rp3,5 triliun untuk mendukung program 3 juta rumah bersubsidi, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun, serta partisipasi dalam program makan bergizi gratis.
Bank ini juga dipercaya untuk mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah senilai Rp10 triliun, sebuah penugasan yang mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap tata kelola dan operasional BSI.
Akselerasi Digital dan Jaringan yang Meluas
Transformasi digital perseroan juga menunjukkan progres yang menggembirakan. Aplikasi mobile banking terbaru, BYOND by BSI, mengalami lonjakan pengguna hingga 5,9 juta. Sementara itu, aplikasi BYWIS yang dikhususkan untuk segmen tertentu juga telah digunakan oleh 43.000 nasabah.
Kekuatan digital ini ditopang oleh jaringan fisik yang ekstensif, meliputi lebih dari 1.049 kantor cabang, 6.000 unit ATM/CRM, dan 126.000 agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh Indonesia. Jangkauan yang luas ini memungkinkan BSI melayani nasabah dari berbagai lapisan masyarakat.
Dengan kombinasi strategi bisnis yang tepat, fokus pada segmen utama, dukungan terhadap kebijakan negara, serta transformasi teknologi, manajemen BSI menyatakan optimisme yang tinggi untuk melampaui target yang telah ditetapkan pada tahun 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Remaja Brebes Tewas Tenggelam di Sungai Maiyah
Lenovo Luncurkan ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS, Harga Mulai Rp18 Juta
Real Madrid Incar Vitinha PSG sebagai Prioritas Transfer Musim Panas
Babak Pertama Liverpool vs Manchester City Berakhir 0-0, City Lebih Dominan