Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Kedaulatan Negara dan Pengaruh Oligarki

- Selasa, 10 Februari 2026 | 13:00 WIB
Susno Duadji Ungkap Prabowo Soroti Kedaulatan Negara dan Pengaruh Oligarki

PARADAPOS.COM - Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mengungkap isi pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh kritis di kediamannya, Jakarta Selatan, akhir Januari lalu. Dalam pertemuan yang dihadirinya itu, Susno menyebut Presiden secara khusus menyoroti persoalan kedaulatan negara dan pengaruh oligarki di berbagai sektor strategis.

Kedaulatan Negara dan Sorotan terhadap Oligarki

Menurut penuturan Susno, Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap isu kedaulatan. Dalam pandangan Prabowo, negara kerap terlihat tidak berdaulat ketika berhadapan dengan kekuatan oligarki yang menguasai sektor-sektor vital perekonomian.

Susno Duadji menjelaskan lebih rinci dalam sebuah program televisi. "Beliau contohkan kedaulatan negara bahwa negara seperti tidak berdaulat kalau di hadapan oligarki. Beliau sadap itu. Bahasanya oligarki," ungkapnya.

Perhatian pada Dinamika Media Sosial dan Komitmen Penertiban

Mantan jenderal polisi itu juga menekankan bahwa Presiden ternyata aktif mengikuti berbagai pergolakan isu yang berkembang di ruang digital. Hal ini menunjukkan kesadaran terhadap dinamika opini publik yang hidup di media sosial.

"Kita pertemuan itu jangan dikira saya presiden ini sibuk tidak mengikuti medsos, katanya (Prabowo). Jadi itu yang mengatakan kedaulatan diambil oleh oligarki itu beliau," lanjut Susno.

Ia kemudian memberikan contoh konkret sektor-sektor yang disebutkan Presiden kerap dikuasai oleh kelompok oligarki, mulai dari pertambangan dan perkebunan hingga perbankan. Penertiban terhadap dominasi di sektor-sektor ini, menurutnya, menjadi komitmen pemerintah agar program-programnya benar-benar menyentuh kepentingan rakyat.

"Nah itulah yang beliau (Prabowo) tertibkan, sehingga program-program beliau itu adalah untuk rakyat, gitu, mengarah kepada rakyat," tegas Susno.

Cakupan Diskusi yang Luas

Pertemuan yang berlangsung di Kertanegara IV tersebut, berdasarkan kesimpulan Susno, membahas spektrum permasalahan yang sangat luas. Diskusi tidak hanya terbatas pada isu domestik, tetapi juga menyentuh persoalan global.

"Kalau saya simpulkan masalah ideologi ada, politik, ekonomi, sosial budaya, termasuk pertambangan, pertahanan keamanan ada, termasuk masalah nasional dan internasional, karena Board of Peace itu internasional ya," paparnya.

Konfirmasi dari Jubir Istana dan Atmosfer Dialog

Informasi mengenai pertemuan ini sebelumnya telah dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menyebutkan bahwa pertemuan pada Jumat malam itu dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk peneliti BRIN Siti Zuhro dan Susno Duadji sendiri, dengan agenda diskusi yang beragam.

“Ya, di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan, kemudian ada Pak Susno, diskusi masalah penegakan hukum, macam-macam di situ. Ada beberapa banyak,” kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan bahwa pertemuan tersebut bersifat terbuka dan dialogis, di mana Presiden mendengarkan masukan sekaligus memaparkan program-program prioritas pemerintah. Ia juga mengklarifikasi bahwa tidak ada ketua umum partai politik yang hadir dalam pertemuan itu, menegaskan nuansa pertemuan yang lebih bersifat keahlian dan substansial.

“Bapak presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan, kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat,” jelas Prasetyo.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar