PARADAPOS.COM - Aparat Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tengah menyelidiki dugaan pencemaran kimia parah di Sungai Cisadane. Investigasi ini diluncurkan setelah air sungai berubah warna kebiruan, berminyak, dan memicu kematian massal ribuan ikan. Sumber pencemaran diduga berasal dari limpasan air pemadam kebakaran di sebuah gudang bahan kimia pada awal pekan lalu.
Respons Cepat dan Pengambilan Sampel
Merespons laporan masyarakat dan temuan visual yang mengkhawatirkan, tim gabungan polisi dan DLH segera turun ke lapangan. Mereka mengambil sampel air dari beberapa titik strategis di sepanjang aliran sungai yang diduga tercemar. Sampel-sampel krusial tersebut kemudian dibawa untuk menjalani uji laboratorium guna mengidentifikasi jenis dan konsentrasi zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya.
Proses analisis di laboratorium membutuhkan ketelitian tinggi. Hasil pemeriksaan yang akurat dan komprehensif diperkirakan baru akan keluar dalam kurun waktu dua minggu ke depan. Data inilah yang nantinya akan menjadi dasar hukum dan langkah penanganan lebih lanjut.
Dugaan Awal Sumber Pencemaran
Indikasi kuat mengarah pada peristiwa kebakaran di sebuah gudang penyimpanan bahan kimia dan pestisida pada Senin malam, 9 Februari 2026. Saat memadamkan kobaran api, air dalam volume besar digunakan dan diduga telah membawa serta residu bahan kimia beracun. Aliran air tersebut kemudian meresap ke saluran drainase dan akhirnya bermuara ke Sungai Cisadane, menyebabkan dampak kerusakan ekologis yang terlihat jelas.
Peringatan Resmi untuk Keselamatan Warga
Sambil menunggu kepastian dari hasil laboratorium, pihak berwenang tidak tinggal diam. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Johari, secara resmi mengeluarkan imbauan keselamatan untuk masyarakat.
Dia menegaskan agar warga menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai untuk sementara waktu. "Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengambil atau mengonsumsi ikan yang mati di sungai, karena dikhawatirkan mengandung racun dari zat kimia yang berbahaya bagi tubuh," tegas Johari.
Dampak Langsung pada Pasokan Air Bersih
Dugaan kontaminasi ini telah memicu efek berantai pada layanan publik. Sebagai langkah antisipasi yang sangat hati-hati, PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang terpaksa menghentikan sementara distribusi air bersih. Penghentian yang berlangsung sekitar tujuh jam itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan air baku yang tercemar masuk ke dalam sistem perpipaan dan dikonsumsi oleh pelanggan. Langkah ini menunjukkan tingginya tingkat kewaspadaan pihak terkait terhadap potensi risiko kesehatan yang lebih luas.
Artikel Terkait
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal Dunia
Anggota DPR Imbau Masyarakat Saring Informasi Digital Jelang Ramadan
Gubernur DKI Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pengeroyokan Pelajar di Cempaka Putih
Pemerintah Percepat Penetapan Lahan Sawah Dilindungi di 29 Provinsi