PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menuai perhatian publik setelah pernyataannya saat memberi sambutan di wisuda Universitas Indonesia (UI) Sabtu, 14 Februari 2026, viral di media sosial. Dalam video berdurasi satu menit itu, Purbaya dengan gaya khasnya menyelipkan candaan sekaligus mengklaim akan memenangkan debat melawan mahasiswa UI yang pernah mendemonstrasinya di awal masa jabatan. Unggahan video tersebut justru membanjiri kolom komentar dengan pujian dari warganet yang mengapresiasi karakternya yang dianggap nyentrik dan cerdas.
Respons Warganet: Apresiasi atas Gaya "Sombong yang Berkelas"
Video yang diunggah oleh sebuah akun berita pada Senin, 16 Februari 2026, itu dengan cepat menarik interaksi. Alih-alih mengkritik, mayoritas warganet justru memuji sikap percaya diri yang ditampilkan Purbaya. Mereka tampak terhibur oleh gaya komunikasi menteri yang satu ini, yang mampu menyampaikan pesan serius dengan sentuhan humor yang ringan.
“Pak purbaya sombongnya kelass,” tulis seorang warganet disertai emoticon tertawa.
Akun lain menambahkan pujian, “mentri keren, cendikiawan, menarik, menghibur the best, keren abis, semangat sehat selalu, pejuang rakyat Indonesia.”
“Hahaha gak banyak Menteri nyentrik dan Cerdas spt ini.... kerennnnn Pak Menteri,” tukas komentar lainnya, dilengkapi simbol api dan hati.
Kilas Balik di Balik Candaan
Konteks pernyataan Purbaya itu sendiri berangkat dari pengalaman pribadinya. Dalam sambutannya di acara wisuda, ia membahas topik ekonomi dan lapangan kerja sebelum kemudian bercerita tentang hari pertama menjabat sebagai menteri. Saat itu, aksi demonstrasi dari mahasiswa UI langsung menyambutnya. Dari situlah, dengan nada bercanda, ia melontarkan pernyataan yang kemudian viral tersebut.
Pendekatan komunikasi seperti ini, meski kadang dianggap kontroversial, rupanya mampu menjembatani kesan jarak antara pejabat tinggi dan publik. Hingga pemberitaan ini, unggahan video tersebut telah mendapat respons puluhan ribu likes dan ratusan komentar yang didominasi dukungan. Fenomena ini menunjukkan bagaimana gaya personal seorang figur publik dapat menjadi bahan percakapan luas di ruang digital, melampaui substansi kebijakan yang dibicarakan.
Artikel Terkait
MAKI Nilai Pernyataan Jokowi Soal Kembalikan UU KPK ke Versi Lama Kontradiktif
MAKI Desak Prabowo Terbitkan Perppu untuk Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
Foto KKN Jokowi yang Diklaim Bareskrim Dipertanyakan, Sosok dan Lokasi Tak Cocok
Analis Nilai Narasi Banteng vs Gajah Kurang Relevan, Petahana Kunci Pilpres 2029