PARADAPOS.COM - Libur panjang akhir pekan menyambut Tahun Baru Imlek 2026 mendorong lonjakan signifikan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh. Berdasarkan data dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), terjadi peningkatan lebih dari 20 persen dibandingkan angka penumpang pada akhir pekan biasa. Lonjakan ini terutama terjadi pada Jumat dan Sabtu, 13-14 Februari 2026, yang dipicu oleh aktivitas wisata dan silaturahmi jelang bulan Ramadan.
Angka Penumpang Melampaui Rata-Rata Harian
Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT KCIC, memaparkan data rinci lonjakan tersebut. Pada Jumat, 13 Februari, jumlah penumpang tercatat 24.381 orang. Angka ini kemudian naik lagi pada hari Sabtunya, mencapai sekitar 25.700 penumpang.
"Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata akhir pekan biasa yang umumnya berada di kisaran 20 sampai 21 ribu penumpang per hari," tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Tren Positif Diprediksi Berlanjut
Tren kenaikan ini tampaknya belum akan segera mereda. Eva menyebutkan bahwa hingga Minggu pagi, lebih dari 12 ribu tiket telah terjual untuk perjalanan hari itu. Prediksi pihaknya, angka penumpang hari Minggu akan tetap tinggi.
"Hingga pagi hari tercatat lebih dari 12 ribu tiket telah terjual. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 22 ribu penumpang per hari," jelasnya.
Wisata dan Silaturahmi Jadi Pendongkrak Utama
Menurut Eva, ada dua faktor utama yang mendorong tingginya animo masyarakat menggunakan Whoosh selama periode libur ini. Selain untuk tujuan berlibur, momen ini juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi dengan keluarga besar sebelum Ramadan tiba.
"Selain dimanfaatkan untuk berlibur, peningkatan perjalanan juga didorong oleh masyarakat yang memanfaatkan momen ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat sebelum memasuki bulan Ramadan. Momentum ini turut mendorong tingginya pergerakan penumpang antara Jakarta dan Bandung," ungkap Eva.
Kesiapan Operasional Menghadapi Lonjakan
Menyikapi lonjakan penumpang yang cukup besar, manajemen KCIC telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Fokusnya adalah memastikan operasional berjalan aman dan lancar, serta kenyamanan penumpang tetap terjaga.
Upaya tersebut mencakup penyiapan sarana dan prasarana secara optimal, termasuk penambahan jumlah personel layanan di seluruh stasiun. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan dan mempertahankan standar pelayanan.
"Selama periode libur panjang ini, KCIC juga menyiagakan puluhan petugas pelayanan guna memastikan kelancaran arus penumpang dan menjaga kualitas pelayanan," ujar Eva menegaskan.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Ciptakan Lapangan Kerja bagi Hampir Satu Juta Orang
MUI Dorong 800 Ribu Masjid Jadi Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah
BI Siapkan Rp2,9 Triliun Uang Baru untuk Ramadan dan Lebaran di Kepri
Dua Skema Gaji Apoteker: PNS Terstruktur, Swasta Dinamis dengan Karawang Tertinggi