Gempa M 5,2 Guncang Mentawai, Getaran Terasa hingga Padang

- Senin, 16 Februari 2026 | 07:25 WIB
Gempa M 5,2 Guncang Mentawai, Getaran Terasa hingga Padang

PARADAPOS.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pada Senin (16/2) siang. Guncangan yang berpusat pada kedalaman 59 kilometer itu turut dirasakan di sejumlah kota di daratan Sumatra Barat, meskipun tidak berpotensi tsunami dan hingga berita ini diturunkan belum tercatat gempa susulan.

Analisis BMKG: Aktivitas Subduksi Lempeng

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi siang itu merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan mekanisme pergerakannya.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun [normal fault]," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada hari yang sama.

Dampak Guncangan di Beberapa Wilayah

Meski episentrum terletak di lautan dekat Mentawai, getaran gempa menjalar cukup luas. Rahmat Triyono memaparkan bahwa guncangan turut dirasakan di daerah Agam, Pasaman Barat, Padang Panjang, dan tentu saja Kepulauan Mentawai sendiri dengan skala intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan ada truk yang lewat.

Di wilayah lain seperti Bukittinggi, Padang, dan Pariaman, gempa tercatat dengan skala intensitas II MMI. Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa dengan kekuatan dan kedalaman seperti ini dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

"Hingga pukul 13.20 WIB, dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," tegas Rahmat menambahkan informasi terkini.

Kisah Warga yang Mengalami Langsung

Di lapangan, guncangan sempat menimbulkan kepanikan warga. Yuni, seorang warga Padang, mengisahkan bahwa keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tamu memilih untuk segera menyelamatkan diri ke luar rumah.

"Kami sekeluarga lagi kumpul di ruang tamu karena cuaca lagi habis hujan. Tiba-tiba dirasakan ada gempa, kami pun melakukan evakuasi ke luar rumah," ujarnya.

Setelah keadaan tenang, Yuni mencari informasi dan mengetahui besaran gempa serta lokasi pusatnya. Ia mengungkapkan rasa syukur karena tidak ada kerusakan yang berarti, meski kekhawatiran sempat muncul mengingat lokasi gempa di laut.

"Tidak ada kerusakan apapun di rumah kami, hanya saja, kami benar-benar terkejut. Ditambah pusat gempa di Mentawai, khawatir terjadi tsunami. Alhamdulillah informasi BMKG, tidak berpotensi tsunami," tutupnya.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar