Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Tanggap Darurat dan Pemulihan Pendidikan di Aceh

- Senin, 16 Februari 2026 | 07:50 WIB
Kemenag Salurkan Rp19,3 Miliar untuk Tanggap Darurat dan Pemulihan Pendidikan di Aceh

PARADAPOS.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp19,3 miliar untuk penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Aceh. Alokasi dana yang signifikan ini ditujukan untuk pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang rusak, serta memenuhi kebutuhan mendesak korban di lapangan. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan mendalam untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Alokasi Dana untuk Kebutuhan Mendesak dan Pemulihan Jangka Panjang

Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp4,42 miliar dikelola langsung oleh Kantor Wilayah Kemenag Aceh untuk menangani berbagai keperluan darurat. Sementara itu, porsi yang lebih besar, yaitu Rp14,9 miliar, ditransfer langsung ke rekening 149 lembaga pendidikan, yang terdiri dari 131 madrasah swasta dan 18 pondok pesantren. Masing-masing lembaga penerima mendapatkan bantuan senilai Rp100 juta guna memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak.

Khairul Azhar, selaku Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kanwil Kemenag Aceh, menegaskan bahwa dana yang dikelola daerah difokuskan pada respons cepat di lapangan.

"Dana ini digunakan untuk pengadaan logistik, alat kebersihan, operasional relawan, perangkat internet satelit Starlink, serta bantuan bagi mahasiswa terdampak," jelasnya dalam sebuah keterangan tertulis.

Rincian Penggunaan Dana Tanggap Darurat

Penggunaan dana Rp4,42 miliar tersebut dirinci secara operasional. Sebanyak Rp1,3 miliar disalurkan ke kantor Kemenag di daerah terdampak untuk logistik awal dan operasional lapangan. Kemudian, Rp244,5 juta dialokasikan untuk bantuan kebutuhan pokok korban, dan Rp71 juta untuk pengadaan perangkat teknologi serta komunikasi, termasuk internet satelit. Dana juga dialirkan untuk operasional relawan dan biaya distribusi, menunjukkan pendekatan yang komprehensif.

Proses penyaluran ini tidak dilakukan secara serampangan, melainkan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

"Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari daerah dan hasil koordinasi dengan tim penanganan bencana," ungkap Khairul.

Bantuan Langsung untuk Mahasiswa dan Fasilitas Pendidikan

Selain untuk lembaga, bantuan juga menyentuh langsung para pelajar. Sebanyak 11.772 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta yang terdampak menerima bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per orang, dengan total anggaran mencapai Rp2,35 miliar. Bantuan ini disalurkan melalui mekanisme Rekening Islamic Trust Fund Infag.

Tidak hanya dalam bentuk uang, upaya pemulihan juga mencakup distribusi bantuan barang. Kanwil Kemenag Aceh memfasilitasi penyaluran peralatan seperti tenda darurat, genset, pompa air, hingga meja dan kursi untuk 169 madrasah negeri. Mereka juga mendistribusikan 5.000 Al-Qur’an ke berbagai wilayah, sebagai upaya memulihkan aktivitas keagamaan.

Skala Kerusakan dan Fokus Pemulihan ke Depan

Data yang dihimpun Kemenag menggambarkan betapa luasnya dampak bencana ini. Secara keseluruhan, tercatat 1.842 fasilitas keagamaan dan pendidikan mengalami kerusakan. Angka ini mencakup 472 madrasah, 391 pondok pesantren atau dayah, 896 rumah ibadah lintas agama, serta puluhan kantor urusan agama.

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan tertinggi, di mana 131 madrasah dan 101 pesantren terdampak. Wilayah lain seperti Aceh Tamiang juga melaporkan kerusakan yang signifikan. Dengan masih tersisanya dana sekitar Rp255 juta di rekening tanggap bencana, pemerintah masih memiliki ruang untuk melanjutkan program pemulihan bagi kebutuhan yang belum terakomodasi.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar