Pasar Lhasa Ramai Jelang Perayaan Imlek dan Tahun Baru Tibet

- Selasa, 17 Februari 2026 | 03:50 WIB
Pasar Lhasa Ramai Jelang Perayaan Imlek dan Tahun Baru Tibet

PARADAPOS.COM - Ibu kota Daerah Otonom Xizang, Lhasa, ramai oleh aktivitas warga yang berbelanja menyambut perayaan ganda: Festival Musim Semi (Imlek) dan Tahun Baru Tibet (Losar) yang berdekatan waktunya. Suasana hiruk-pikuk dan antusiasme terlihat jelas di berbagai pasar tradisional kota itu, yang dipadati pembeli mencari berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan perayaan sejak beberapa hari sebelumnya.

Suasana Ramai dan Semarak Jelang Perayaan

Menjelang perayaan penting ini, pasar-pasar di Lhasa tampak hidup dan semarak. Lorong-lorong dipenuhi para pelanggan yang dengan cermat memilih barang-barang, sementara para pedagang sibuk melayani. Aroma rempah-rempah, warna-warni buah dan sayuran segar, serta tumpukan barang kebutuhan sehari-hari menciptakan pemandangan yang khas dan meriah, mencerminkan persiapan menyambut hari istimewa dalam kalender budaya setempat.

Seorang pedagang menjajakan barang dagangan di sebuah pasar di Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 15 Februari 2026. (Xinhua/Tenzin Nyida)

Antusiasme Warga dalam Tradisi Belanja

Geliat ekonomi di tingkat akar rumput ini menunjukkan vitalitas tradisi yang masih kuat dipegang masyarakat. Aktivitas belanja tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan material, tetapi juga menjadi bagian dari ritual dan kegembiraan menyambut tahun baru. Terlihat dari interaksi yang hangat antara penjual dan pembeli, transaksi di pasar ini sarat dengan nilai sosial dan budaya, di luar sekadar kegiatan ekonomi biasa.

Orang-orang berbelanja di sebuah pasar di Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 15 Februari 2026. (Xinhua/Tenzin Nyida)

Pengamatan di lapangan menunjukkan, komoditas yang banyak dicari meliputi bahan pangan tradisional, pakaian baru, serta dekorasi khas perayaan. Persiapan ini biasanya dilakukan secara turun-temurun, di mana keluarga berkumpul dan merencanakan hidangan spesial untuk disajikan selama festival berlangsung.

Seorang pedagang menjajakan barang dagangan di sebuah pasar di Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 15 Februari 2026. (Xinhua/Tenzin Nyida)

Pasar sebagai Episentrum Kegiatan Sosial

Di tengah modernisasi, pasar tradisional tetap memegang peran sentral sebagai tempat di mana kehidupan komunitas berdenyut. Suasana seperti yang terlihat di Lhasa ini merupakan fenomena tahunan yang dapat diamati di berbagai wilayah, di mana momentum budaya menggerakkan roda perekonomian lokal. Keramaian ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari-hari terakhir menjelang perayaan dimulai.

Orang-orang berbelanja di sebuah pasar di Lhasa, Daerah Otonom Xizang, China barat daya, pada 15 Februari 2026. (Xinhua/Tenzin Nyida)

Dengan demikian, kemeriahan di pasar-pasar Lhasa bukan sekadar indikator kegiatan konsumsi, tetapi lebih merupakan cerminan nyata dari sebuah masyarakat yang sedang mempersiapkan diri untuk merayakan warisan budayanya dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar