PARADAPOS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan harapannya agar perayaan Imlek dan Ramadhan pada tahun 2026 dapat digelar dengan lebih meriah. Pernyataan ini disampaikannya di sela-sela kunjungan ke perayaan Imlek di Bundaran HI, Selasa (17/2/2026), menyambut momentum spesial Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun.
Usulan Car Free Night untuk Pesta Ibu Kota
Rano Karno mengungkapkan ide untuk menyemarakkan momen bersejarah tersebut. Ia membayangkan sebuah perayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di ruang publik ibu kota.
"Tadi saya berbisik dengan Pak Sekda, tahun depan harus lebih hebat dari ini karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun," tuturnya, mengutip laporan Antara.
Ia bahkan telah mengusulkan konsep khusus kepada jajaran pemerintah daerah. Gagasan itu diharapkan dapat menciptakan atmosfer kebersamaan yang lebih kuat.
"Barang kali kegiatan ini kita akan bikin seperti Car Free Night, supaya Jakarta kosong, semuanya merayakan untuk menghadapi pesta yang jauh lebih besar. Tahun ini pelatihan (pemanasan)," jelas Rano.
Kolaborasi Budaya dalam Satu Panggung
Malam itu, Wagub Rano Karno bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, hadir langsung di Bundaran HI untuk menyaksikan rangkaian acara yang digelar. Pertunjukan yang ditampilkan tidak hanya menampilkan kesenian khas Imlek, seperti tarian Barongsai yang dinamis, tetapi juga langsung disambung dengan beragam tarian Nusantara.
Panggung tersebut diramaikan oleh gemulai Tari Saman, denting Tari Piring, energinya Rampak Bedug, dan kelincahan Tari Zapin Betawi. Perpaduan ini menciptakan sebuah mozaik budaya yang hidup, mencerminkan keragaman Jakarta.
Tak kalah menarik, sebuah pawai obor elektrik yang diikuti oleh 400 anak-anak menjadi penutup yang memukau. Obor-obor yang berpendar itu secara simbolis merepresentasikan semangat menyambut bulan suci Ramadhan, menandai transisi yang mulus antara dua perayaan besar tersebut.
Membangun Ikon Baru untuk Jakarta
Melalui kolaborasi budaya yang dipersembahkan malam itu, Rano Karno berharap acara serupa dapat berkembang menjadi semacam tradisi baru. Ia membayangkannya sebagai ikon pembuka bulan Ramadhan yang tidak hanya ritualistik, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang berkesan.
Harapan ini tentu sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota yang tidak hanya maju, tetapi juga kaya akan perayaan budaya yang inklusif dan mampu menyatukan warganya dari berbagai latar belakang, terutama di usia kelima abadnya.
Artikel Terkait
Warga Pidie Jaya Jalani Ramadan 2026 dari Pengungsian Pasca-Longsor
Tarique Rahman Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Bangladesh
Liam Millar Soroti Peran Krusial Jesse Marsch dalam Pemulihan Cedera Jelang Piala Dunia 2026
Denpasar Gelar Festival Lampion Empat Hari Sambut Imlek 2026 dan HUT ke-238 Kota