PARADAPOS.COM - Seorang ibu muda di Kabupaten Simeulue, Aceh, tewas setelah diserang buaya saat sedang mencari kerang di tepi Sungai Luan Boya. Peristiwa tragis yang terjadi pada Selasa (25/6) itu berakhir dengan ditemukannya jasad korban beberapa jam kemudian. Buaya muara sepanjang lebih dari empat meter yang diduga sebagai pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh warga dan aparat setempat dalam upaya penyisiran yang intensif.
Serangan Mendadak di Tengah Aktivitas
Menurut keterangan yang dihimpun, korban yang berinisial SR (28) tengah melakukan aktivitas pencarian kerang bersama dua orang rekannya di bantaran sungai. Suasana yang awalnya tenang tiba-tiba berubah mencekam ketika seekor buaya berukuran besar muncul dari dalam air. Tanpa amaran, reptil itu langsung menyergap korban dan menariknya ke aliran sungai.
Kedua saksi mata yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa terdiam menyaksikan keganasan alam yang berlangsung sekejap. Korban sempat berteriak meminta tolong, namun upaya itu sia-sia di hadapan kekuatan buaya yang jauh lebih besar.
Pencarian dan Pengamanan Buaya
Mendengar kabar musibah tersebut, warga desa bersama petugas kepolisian dan Basarnas segera bergerak melakukan pencarian. Operasi penyisiran sepanjang aliran Sungai Luan Boya pun dilakukan. Setelah berjam-jam, tim berhasil menemukan jasad korban dalam kondisi yang tak lagi bernyawa.
Dengan penuh kewaspadaan, upaya dilanjutkan untuk melokalisir buaya yang diduga kuat telah memangsa korban. Puluhan warga turun tangan dalam proses penangkapan yang berlangsung tegang. Dengan menggunakan alat seadanya, mereka akhirnya berhasil menarik buaya muara jantan berukuran sekitar 4,3 meter itu ke tepian.
“Buaya sudah diamankan dan saat ini dititipkan di kandang transit untuk selanjutnya akan diserahkan ke BKSDA,” jelas Kapolres Simeulue, AKBP Andi Yul LTG, saat dikonfirmasi mengenai penanganan satwa dilindungi tersebut.
Edukasi dan Kewaspadaan Warga
Insiden memilukan ini kembali menyoroti potensi konflik antara manusia dengan satwa liar di daerah yang berdekatan dengan habitat alami buaya. Sungai Luan Boya sendiri dikenal oleh masyarakat setempat sebagai wilayah yang sering dijelajahi buaya, terutama pada musim-musim tertentu.
Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di sekitar sungai atau daerah rawa. Aktivitas seperti mencari kerang, memancing, atau mandi di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya dinilai perlu dilakukan dengan ekstra hati-hati, terutama pada pagi, sore, dan malam hari ketika buaya lebih aktif.
Artikel Terkait
Imlek 2026: Ritual Khidmat, Harmoni Budaya, hingga Remisi Khusus Warnai Perayaan
Persib Dituntut Balikkan Ketertinggalan 0-2 di Kandang untuk Lolos ke Perempat Final Liga Champions Asia
Pelatih Persik Fokus Perkuat Pertahanan Jelang Laga Kontra Bhayangkara
Jordi Amat Nyaman di Posisi Baru, Bawa Persija Taklukkan Bali United